Breaking News:

Pekerja Bawa Hasil Negatif Corona

Kasus Covid-19 Alami Tren Penurunan di Surabaya, Pekerja Luar Kota Wajib Bawa Surat Negatif Covid-19

Pemkot Surabaya mewajibkan setiap orang dari luar daerah atau pekerja menunjukkan KTP dan juga surat keterangan non reaktif rapid test.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
MACET - Kondisi bundaran Waru yang padat kendaraan saat pemberlakuan PSBB hari pertama, Selasa (28/4/2020). Petugas gabungan memperketat akses masuk ke Surabaya dengan melakukan screening atau pemeriksaan kepada warga di hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya mengeluarkan revisi Perwali No 33 Tahun 2020 tentang new normal di Kota Surabaya.

Perubahan Perwali nomor 33 tahun 2020 sudah ditetapkan mulai 13 Juli 2020.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, perubahan Perwali tersebut mulai berlaku setelah ditetapkan.

Pemkot Surabaya mewajibkan setiap orang dari luar daerah atau pekerja menunjukkan KTP dan juga surat keterangan non reaktif rapid test atau negatif Covid-19 setelah swab test yang berlaku selama 14 hari.

Lantas apa alasan Pemerintah Kota Surabaya menerapkan ketentuan dan aturan yang semakin ketat?

Dari informasi yang diterima TribunMadura.com, Pemkot Surabaya menilai tren penyebaran virus corona di Surabaya mulai mengalami penurunan.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, situasi ini tak boleh membuat lengah. Justru harus terus ditingkatkan.

"Tren untuk perkembangan Surabaya yang turun, dengan Perwali, kita pertahankan jangan sampai tren naik lagi," kata Irvan Widyanto, Rabu (15/7/2020).

Dua Saksi Terdakwa Dengarkan Keterangan Ahli IT di Sidang Dugaan Pengancaman oleh Kades di Sumenep

Perwali No 33 Tahun 2020, Pekerja dari Luar Kota Surabaya Wajib Bawa Hasil Swab Negatif Covid-19

Viral Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah di Pamekasan Buka Pembelajaran Tatap Muka saat Pandemi

Irvan Widyanto mengatakan, keuptusan itu ditetapkan agar ada jaminan mereka yang berkativitas di Kondisi Surabaya dalam kondisi aman atau negatif.

Menurut Irvan Widyanto, segala hal harus dilakukan agar laju penularan virus corona dapat dikendalikan.

Harapannya, wabah virus corona ini dapat segera tuntas.

"Bukan hanya yang bekerja, siapa pun dari luar daerah akan diminta hasil rapid test," ungkap Irvan Widyanto.

Video Viral Garis Putih Physical Distancing di Lampu Merah Mojokerto Mirip Sirkuit Balapan MotoGP

UPDATE CORONA di Ponorogo Rabu 15 Juli, 15 Kasus Positif Covid-19, 11 di Antaranya Santri Gontor

Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Jalan Trunojoyo Sampang Diatur ala Starting Grid MotoGP

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved