Pekerja Bawa Hasil Negatif Corona

Pekerja Luar Kota Wajib Bawa Surat Negatif Covid-19, Pintu Masuk Kota Surabaya Bakal Dijaga Ketat

Pekerja dari luar kota wajub menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 setelah swab test. Pemkot akan monitoring di pintu masuk Kota Surabaya.

TRIBUNMADURA.COM/ACHMAD ZAIMUL HAQ
Pengendara yang masuk ke wilayah Kota Surabaya pada hari kedua penerapan PSBB Surabaya, Rabu (29/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Setiap orang atau pekerja dari luar kota wajub menunjukkan KTP dan surat keterangan non reaktif rapid test atau negatif Covid-19 setelah swab test.

Aturan baru ini membuat Pemkot Surabaya harus melakukan monitoring secara ketat di pintu masuk Kota Surabaya.

Petugas bakal melakukan monitoring di stasiun, bandara, pelabuhan dan terminal.

"Itu mesti harus menunjukkan hasil rapid test tersebut," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto, Rabu (15/7/2020).

Kasus Covid-19 Alami Tren Penurunan di Surabaya, Pekerja Luar Kota Wajib Bawa Surat Negatif Covid-19

Dua Saksi Terdakwa Dengarkan Keterangan Ahli IT di Sidang Dugaan Pengancaman oleh Kades di Sumenep

Wali Kota Dewanti Belum Punya Rencana Tutup Alun-Alun Kota Batu Padahal Kasus Covid-19 Terus Naik

Sementara untuk kendaraan pribadi, Irvan menyebut sejauh ini pihaknya masih merumuskan formulasi yang pas. Sudah ada 17 pos check point yang sebelumnya dipakai saat PSBB beberapa waktu lalu.

Bisa jadi pos tersebut dalam waktu dekat akan diaktifkan kembali. Tentunya dengan teknis yang berbeda. Secara teknis ini masih dalam rapat pembahasan Pemkot Surabaya.

"Apakah akan di setiap check point ini, kita masih akan koordinasikan dengan TNI dan Polri," ungkap Irvan.

Secepatnya akan disusun, termasuk ada wacana terkait beberapa ruas jalan yang akan sementara waktu ditutup. Bila ini resmi dilakukan, Irvan mengungkapkan bakal ada monitoring ketat.

Ini juga termasuk mobilitas warga dari luar daerah yang akan masuk Surabaya. Sementara bagi warga luar KTP Surabaya tapi sudah tinggal di kota pahlawan bisa menggunakan surat domisili.

Prinsipnya, ini akan menjadi salah satu cara Pemkot untuk terus mengendalikan laju penyebaran yang saat ini diklaim alami penurunan di Surabaya.

Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan revisi Perwali No 33 Tahun 2020 tentang new normal.

Perubahan Perwali nomor 33 tahun 2020 sudah ditetapkan mulai 13 Juli 2020.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, perubahan Perwali tersebut mulai berlaku setelah ditetapkan.

Dalam Perwali nomor 33 tahun 2020 terdapat penerapan jam malam beserta sanksi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved