Berita Pamekasan

Sempat Tersandung Kasus Asusila, Kepala Sekolah SDN di Pamekasan Ditolak Wali Murid dan Warga

Sebagai bentuk penolakan, mereka menggelar audiensi di ruang guru SDN Pamaroh 3, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Senin (20/7/2020).

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat wali murid dan masyarakat setempat menggelar audiensi di ruang guru SDN Pamaroh 3, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Senin (20/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Kepala Sekolah SDN Pamaroh 3 yang baru, ditolak sejumlah wali murid

Penolakan itu muncul setelah tahu penggantinya sempat diduga melakukan tindakan asusila.

Wali murid dan warga sekitar kompak menolak. 

Sebagai bentuk penolakan, mereka menggelar audiensi di ruang guru SDN Pamaroh 3, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Senin (20/7/2020).

Admin, salah satu wali murid mengatakan, penolakan Kepala Sekolah SDN Pamaroh 3 yang baru ini dikarenakan latar belakang Kepala Sekolah yang baru tidak mencerminkan seorang pendidik.

Katalog Promo Indomaret 19 - 21 Juli 2020, Ada Promo Super Hemat Deterjen, Minyak Goreng dan Beras

Kehidupan Wanita Anak Yakuza, Hidup Menderita Hingga Hampir Terbunuh, Simak Perlakuan Sang Ayah

KAPAN Gaji ke-13 2020 Cair? Pegawai & Pensiunan di Sampang Menunggu Pencairan Gaji 13 dari Kemenkeu

Menurutnya, kepala sekolah yang baru itu sempat tersandung kasus tindak asusila di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Larangan. 

Dia mengaku takut jika Kepala Sekolah yang baru ini mengulangi tindakan asusila lagi di SDN Pamaroh 3. 

Dengan begitu, nama baik SDN Pamaroh 3 yang sudah dijaga baik-baik akan tercoreng.

Oleh sebab itu, kata dia, wali murid dan warga sekitar kompak menolak kedatangan kepala sekolah yang baru tersebut.

"Kami sepakat untuk menolak kepala sekolah SDN Pamaroh 3 ini karena mempunyai latar belakang yang tidak baik sebelumnya," kata Admin kepada sejumlah media.

Admin menegaskan, jika persoalan ini tidak segera diselesaikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, wali murid dan warga akan menggelar audiensi ke Kantor Dinas Pamekasan.

"Kami harap Dinas Pendidikan Pamekasan segera merespon tuntutan kami selaku wali murid. Kami takut anak-anak kami diajarkan hal yang tidak senonoh oleh kepala sekolah yang baru itu," pintanya.

Sementara itu, Kabid SD Disdik Pamekasan, Matus saat dimintai keterangan kurang merespon.

Bahkan saat dihubungi melalui via telepon langsung dimatikan. 

"Maaf bukan ranah saya ya," singkatnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved