Breaking News:

Virus Corona di Malang

BB-TNBTS Matangkan Skenario Protokol Kesehatan Wisatawan dan Tunggu Rekomendasi 4 Kepala Daerah

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menunggu rekomendasi tertulis dari empat kepala daerah untuk membuka kembali wisata di Gunung Bromo.

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/Fikri Firmansyah
Wisata Gunung Bromo 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sedang menunggu rekomendasi tertulis dari empat kepala daerah untuk membuka kembali wisata di Gunung Bromo.

Empat daerah penyangga TNBTS yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan.

“Pembukaan masih menunggu rekomendasi tertulis dari Bupati wilayah di sekitar TNBTS,” ujar Humas BB-TNBTS, Syarif Hidayat, Selasa (22/7/2020).

Update Kasus Covid-19 di Gresik, Pasien Corona Tembus 1.500 Orang, Terbanyak Klaster Transmisi Lokal

BREAKING NEWS - WNA Malaysia Mendadak Meninggal di Mobil yang Terparkir di Pintu Masuk Tol Manyar

Katalog Promo Indomaret 21 Juli 2020, Super Hemat Deterjen, Popok Bayi, Indomie, Ada Beli 2 Gratis 1

Menurutnya, pertemuan terakhir dengan para kepala daerah penyangga telah terselenggara pada 17 Juli di Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Dalam pertemuan itu, pemangku kepentingan menyepakati pembukaan kembali wisata di Bromo asal menggunakan protokol kesehatan.

“Mengingat risiko penularan Covid-19 dalam kegiatan wisata di TNBTS tinggi, maka para pihak sepakat diperlukannya protokol kunjungan wisata alam secara ketat dan terukur,” beber dia.

Syarif menyebut para pihak yang terlibat akan berbagi peran terkait penyediaan sarana dan prasana apabila Bromo kembali buka.

Agar, kegiatan wisata alam bisa berlangsung aman dan tidak terjadi penyebaran virus corona jenis baru.

Di samping itu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) mematangkan skenario penerapan protokol kesehatan bagi para wisatawan di kawasan Gunung Bromo, sebelum kembali dibuka untuk para wisatawan.

Protokol kesehatan itu berpedoman kepada beberapa kriteria yakni kesehatan, kebersihan dan keamanan.

BREAKING NEWS - Warga di Desa Tuliskriyo Blitar Temukan Granat Nanas dan 56 Butir Peluru Tajam

Sempat Reaktif, Kepala Dinkes Kabupaten Malang Negatif Virus Corona Setelah Jalani Tes Swab 2 Kali

Meninggal saat Olahraga Bersepeda, Jenazah Mudjarot Dibiarkan Tergeletak di Terminal Ngawi

“Jika kembali buka wisatawan diharapkan mematuhi protokol kesehatan itu,” kata Syarif.

Syarif bilang pembukaan kembali Gunung Bromo untuk kegiatan wisata tak akan sama sebelum pandemi. Sebab jumlah wisatawan akan dibatasi setiap harinya.

“Wisatawan juga harus registrasi dulu untuk memesan tiket. Kalau tidak, maka tidak boleh masuk,” tutupnya.

Sebagai informasi, penutupan kawasan TNBTS untuk kegiatan wisata mengacu kepada surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tertanggal 15 Maret.

Selain itu, juga sesuai dengan edaran Bupati Probolinggo dan Lumajang tertanggal 16 Maret yang memerintahkan agar kawasan wisata di Kabupaten Probolinggo ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved