Breaking News:

Pilkada Sumenep 2020

PAN Sumenep: Kadar Ketokohan Dewi Khalifah Melampaui Dinamika Rekomendasi DPP Partai Hanura

Beredar di media sosial soal rekomendasi DPP Partai Hanura untuk pasangan calon dalam Pilkada Sumenep tidak turun kepada Dewi Khalifah.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Suasana saat Bendahara DPD PAN Sumenep, Sumarto Ketua Fraksi PAN DPRD Sumenep, Suharinomo silaturrahmi ke Bacawabup PDI Perjuangan, Dewi Khalifah, Minggu (19/7/2020) lalu. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Beredar di media sosial soal rekomendasi DPP Partai Hanura untuk pasangan calon dalam Pilkada Sumenep tidak turun kepada Dewi Khalifah.

Padahal, Dewi Khalifah merupakan Ketua DPC Partai Hanura Sumenep.

Sebelumnya, Dewi Khalifah mengantongi surat tugas dari DPP Partai Hanura sebagai Bakal Calon Wakil Bupati (bacawabup) dari Partai Hanura mendampingi Achmad Fauzi sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sumenep.

Pengakuan Kakek di Bojonegoro Cabuli Gadis 14 Tahun yang Sedang Nonton TV, Tak Kuat Menahan Nafsu

Presiden Jokowi Minta Vaksin Covid-19 asal China Rampung dalam Waktu 3 Bulan, Tim Riset: Tidak Bisa

Surat Edaran Bupati Tuban Terbit, Hajatan di Masa Pandemi Covid-19 Harus Izin Gugus Tugas Kecamatan

Selain itu, Dewi Khalifah mendapat rekomendasi sebagai bacawabup dalam Pilkada Sumenep dari dua partai politik, yakni PDI Perjuangan dan PAN.

Sekretaris DPD PAN Sumenep Hosaini Adhim mengatakan, kekuatan ketokohan telah menggeser dominasi partai politik dalam mempengaruhi pilihan dan sosok Dewi Khalifah dipandang masih memiliki magnet elektoral di perhelatan 9 Desember 2020 nanti.

"Kami meminta Nyai Eva (Dewi Khalifah) tak usah kecewa dan kecil hati dan tak ada alasan untuk berkecil hati. Kadar ketokohan beliau melampaui dinamika rekomendasi itu. Kadar ketokohan beliau pun tak akan berkurang akibat dinamika tersebut," kata Hosaini Adhim, Rabu (22/7/2020).

Pihaknya mengaku, salah satu alasan mendasar menjatuhkan pilihan kepada Dewi Khalifah karena ketokohannya di organisasi perempuan yang saat ini pun masih dipimpinnya (PC Muslimat NU Sumenep).

Hosaini Adhim bersilaturahmi ke kediaman Nyai Eva bersama Bendahara DPD PAN Sumenep, Sumarto, dan Ketua Fraksi PAN DPRD Sumenep, Suharinomo.

"Sekali lagi, kadar ketokohan Nyai Eva itu tak akan terpengaruh dengan dinamika rekomendasi di Partai Hanura. Kami di PAN pun mengakui ketokohan Nyai Eva di Muslimat NU Sumenep. Dalam konteks itu pula, kami siap memberikan karpet "biru" bagi Nyai Eva jika berkenan berproses di PAN. Kalau beliau bersedia, pasti ada karpet "biru" bagi Nyai Eva," tegasnya.

UPDATE COVID-19 di Kabupaten Kediri Selasa 21 Juli 2020, Kasus Baru Tambah 4, Total Ada 327 Positif

Gaji Ke-13 PNS Cair pada Agustus 2020, Pencairan Gaji untuk ASN Pemprov Jatim Tunggu Juknis Resmi

Sayap Pintu Gerbang Keraton Parsanga Sumenep Dirusak, Ahli Cagar Budaya: Wajar Masyarakat Marah

Untuk diketahui, beredar SK DPP Partai Hanura dengan Nomor: 060/B.3/DPP-Hanura/VI/2020 tertanggal 18 Juni 2020 yang memberikan persetujuan kepada Dr Ir Fattah Jasin-Ali Fikri sebagai pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Sumenep.

Sementara, Dewi Khalifah menyatakan, hingga saat ini dirinya belum menerima salinan maupun pemberitahuan tentang SK DPP Partai Hanura sebagaimana yang beredar di medsos.

"Hingga sekarang pun, surat tugas kami dari Tim Pilkada Pusat DPP Partai Hanura sebagai bacawabup untuk mendampingi Pak Achmad Fauzi (PDI Perjuangan) sebagai Bacabup dalam Pilkada Sumenep 2020 belum dicabut maupun dievaluasi," katanya, Ahad (19/7/2020).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved