Berita Sampang

Pelaku Terakhir Komplotan Pencuri Pompa Air Dibekuk, Selama ini Sembunyi ke Pulau Mandangin Sampang

Hayat merupakan tersangka terakhir kasus pencurian pompa air di sumur bor Submer Sible pada 31 Januari 2020 lalu.

thehindu.com
ilustrasi - Pelaku Terakhir Komplotan Pencuri Pompa Air Dibekuk, Selama ini Sembunyi ke Pulau Mandangin Sampang 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Polres Sampang menangkap Hayat (35), warga Jalan Permata, Sabtu (11/7/2020).

Hayat merupakan tersangka terakhir kasus pencurian pompa air di sumur bor Submer Sible pada 31 Januari 2020 lalu.

Kala itu, ia dan ketiga rekan lainnya melakukan pencurian pompa air di area tambak Jalan Makboel, Kabupaten Sampang.

Operasi Patuh Semeru Digelar Mulai Besok, Pengendara Wajib Patuhi 8 Aturan Ini Bila Tak Mau Ditilang

PNS di Sampang Bawa Kabur Uang hingga Rp 32 juta, Tipu Korban Berkedok Iming-Iming Lulus CPNS

Niatnya Mau Nongkrong di Kafe, Pemuda Kota Malang ini Kemalingan Motor Honda Vario saat Diparkir

"Untuk ketiga pelaku yang kami amankan sebelumnya sudah menjalani proses hukum," kata Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Riki Donaire Piliang, Rabu (22/7/2020).

Sebelumnya, Polres Sampang telah menangkap tiga tersangka lainnya, yakni Moh Ali, Moh Sultan, dan Fadhila Akbar.

Dengan ditangkapnya Hayat, semua tersangka kasus pencurian pompa air itu sudah dibekuk.

AKP Riki Donaire Piliang menambahkan, Hayat ditangkap di Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang.

Hayat ditemukan di Pulau Mandangin lantaran pasca melakukan pencurian melarikan diri dari kejaran kepolisian.

Dalam aksi pencuriannya, Hayat berperan sebagai eksekutor bersama Moh Ali.

Ketahuan Tak Pakai Masker, Warga Sidoarjo ini Dihukum Bersihkan Sampah di Kawasan Pasar

Satu Pelaku Kasus Pembunuhan Berencana di Lapangan Lengser Sampang Ditangkap, Punya Peran Penting

Keduanya menggambil pompa air di sumur bor kedalaman sekitar 100 meter, milik Aunur Rofiq (37) warga setempat.

Namun, pompa air tidak berhasil diambil karena tali tampar yang digunakan untuk menarik terputus saat hendak tiba di daratan.

Upaya komplotan pencuri itu ternyata tidak berhenti di sana.

Mereka malah mengambil pipa yang sebelumnya melekat di pompa dengan cara memotongnya menjadi beberapa bagian menggunakan gergaji besi.

Keesokan harinya, pemilik pompa mulai menyadari perbuatan dari komplotan pencuri saat hendak mengecek tambak.

Pemilik lantas langsung dilaporkan ke Polsek Sampang.

"Akibat dari perbuatannya, Hayat disangkakan pasal 363 ayat (1) ke 4 dan ke 5 KUHP dengan hukuman penjara maksimal tujuh tahun," tegas AKP Riki Donaire Piliang.

Berstatus Saksi Kasus Carding, Boy William Ungkap Alasan Baru Bisa Penuhi Panggilan Polda Jatim

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved