Berita Malang
Dokter Gigi Viral asal Kota Malang, Mendadak Populer Karena Pakai APD Fashionable, Ini Sosoknya
Dokter gigi di Kota Malang itu viral karena mengenakan alat pelindung diri (APD) tak biasa.
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Seorang dokter gigi di Kota Malang mendadak viral di jagat maya.
Dokter gigi di Kota Malang itu viral karena mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) tak biasa.
Jika baju hazmat yang umumnya kedodoran, dokter gigi buat jadi slim fit.
• ASN Dinas PUPR Trenggalek Positif Virus Corona Covid-19, Sempat Lakukan Perjalanan Dinas ke Jakarta
• Niatnya Mau Nongkrong di Kafe, Pemuda Kota Malang ini Kemalingan Motor Honda Vario saat Diparkir
• Tempat Karaoke di Kota Batu ini Ditutup selama 14 Hari, Dapat 3 Kali Surat Teguran dari Satpol PP
Warna hazmatnya juga tak melulu putih.
Colorfull dan fashionable menjadi ciri khas dokter gigi bernama Nina Agustin ini.
Nina menceritakan ide pembuatan baju hazmat slim fit penuh warna itu berawal ketika dia harus tetap praktek di masa pandemi Covid-19.
ia merasa tak nyaman mengenakan hazmat yang oversize.
Selain lebih panas, baju hazmat yang dikenakan juga kerap nyangkut di alat.
“Akhirnya saya berinisiatif bikin yang sesuai ukuran tubuh saya supaya enak dipakai,” ucap Nina, Kamis (23/7/2020).

• Masjid dan Musala di Trenggalek Diminta Gelar Salat Idul Adha, Cegah Kerumunan Jemaah di Satu Lokasi
Nina terlibat langsung dalam pembuatan APD itu mulai dari mencari bahan sampai penjahit.
Meski ukurannya tak seperti APD mainstream, ia menjamin telah sesuai standar.
“Saya jahitnya di Kediri, ke teman saya di Kediri. Teman saya ini udah biasa jahit APD jadi dia tahu gimana standarnya,” katanya.
Satu baju APD, Nina menghabiskan uang sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribu.
Ia mempunyai koleksi lebih dari 25 APD dengan berbagai tema.
Nina yang merupakan pemilik klinik gigi NDC turut mengganti seluruh APD di kliniknya.
Total klinik yang dia miliki sebanyak enam yang tersebar di Malang Raya dan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
“Total dokter gigi di klinik itu 15 orang. Karyawannya 70 orang. Semua APD-nya diganti pakai yang lucu-lucu,” ucap ibu dua anak ini.
Sejauh ini, respon pasien terhadap inovasi Nina disambut positif.
Para pasien merasa nyaman karena pelayanan menyenangkan.
Sejak memakai APD fashionable itu, operasional klinik gigi Nina juga mulai kembali normal.
“Kalau dibanding sebelum pandemi Covid-19 tentu beda ya. Tapi Alhamdulillah mulai kembali lah,” ujar dia.
Nina berharap pemberlakuan kebiasaan baru bisa diterima masyarakat karena pandemi masih berlangsung.
Namun, ia yakin bakal ada pelangi di tengah badai.
“Kenapa saya suka APD warna-warni karena filosofinya itu akan ada pelangi setelah badai,” pungkas Nina.