Breaking News:

Wabah Virus Corona

Uji Coba Vaksin Covid-19 dari China yang Didatangkan Indonesia, Mengetahui Efek Sampingnya

Indonesia sudah mencoba untuk melakukan uji klinis calon vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan ke para relawan.

Myriam B / Shutterstock
ilustrasi 

TRIBUNMADURA.COM - Vaksin virus corona diujicobakan ke relawan.

Indonesia sudah mencoba untuk melakukan uji klinis calon vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan ke para relawan.

Hal ini tentu untuk mengetahui reaksi dari vaksin tersebut.

Vaksin tersebut diketahui didatankan dari China.

Kabar baiknya, Indonesia sendiri melalui Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama BUMN Bio Farma akan melakukan uji klinis calon vaksin Covid-19 yang disuntikkan kepada 1.620 orang.

Kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo, Pakar Psikologi Forensik Sebut Kemungkinan dari Ucapan Pacar

Katalog Promo JSM Indomaret 24 - 26 Juli 2020, Super Hemat Kebutuhan Pokok dan Camilan, Hanya 3 Hari

TERKINI, Harga iPhone di Akhir Bulan Juli 2020, Mulai iPhone 7, iPhone 8, iPhone 11 Hingga iPhone SE

Penelitian akan dilakukan pada awal Agustus 2020 setelah mendapatkan izin penelitian dari Komite Etik Penelitian Universitas Padjadjaran.

Dokter Eddy Fadliana, selaku Manajer Lapangan Tim Penelitian Uji Klinis Tahap 3 Calon Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, mengatakan, meski dinyatakan aman untuk manusia, pada uji klinis fase pertama dan kedua yang telah dilakukan di China,  ada efek samping yang akan ditimbulkan ketika vaksin tersebut disuntikkan kepada manusia.

"Kita berpatokan pada penelitian. Dari penelitian yang dipublikasikan, ada reaksi lokal berupa nyeri di tempat suntikan  20 sampai 25 persen (dari jumlah orang yang menjadi relawan uji klinis fase satu dan dua)," kata Eddy saat konferensi pers di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad Jalan Prof Eyckman, Kota Bandung, Rabu (22/7/2020).

Lebih lanjut, Eddy menambahkan, pada uji klinis fase satu dan fase dua, beberapa relawan yang telah disuntik calon vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech Ltd (Sinovac), mengalami radang paru-paru, diare, dan penyakit lainnya.

"Setelah diaudit tidak berhubungan dengan vaksin," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: Aqwamit Torik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved