Berita Gresik

Janda Miskin Penerima BPNT Dapat Beras Berkutu, Ngaku Takut Tak Terima Bantuan Lagi Jika Protes

Beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diterima janda di Kabupaten Gresik berkutu.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Kualitas beras milik KPM di Kecamatan Cerme, Senin (27/7/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, mengeluhkan kualitas Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diterima warga terdapat kutu.

Kejadian itu dialami seorang Janda berusia 58 tahun berinisial J.

Beras BPNT Berkutu, Warga Miskin di Madiun Keluhkan Kualitas Beras Bantuan Pemerintah

Lahan Parkir Apartemen The City Square Surabaya Terbakar, 7 Unit Mobil PMK Dikerahkan

Arus Lalu Lintas di Jalan Brigjen Katamso Kota Kediri Tersendat, Ada Solar Tumpah Sepanjang 70 Meter

Setelah menerima beras bantuan, J menyimpannya di dapur.

Kondisi beras masih tersimpan rapat dan bungkusnya belum dibuka.

Tapi terlihat kualitasnya buruk, pecah-pecah.

Lebih parah lagi, banyak kutu berwarna hitam berada dalam beras.

Ukurannya besar dan kecil dan bergerak-gerak di dalam beras.

"Saya tidak berani protes takut tidak dikasih lagi. Sudah ini saja cukup," kata dia.

Sementara itu, Camat Cerme Suyono mengatakan, ada tujuh desa yang membagikan BPNT.

"Desa Banjarsari, Tambakberas, Ngabetan, Cerme Lor, Ngembung, Dungus dan Desa Sukoanyar," kata dia.

Kejadian serupa

Kualitas beras bantuan dikeluhkan sejumlah warga miskin penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) itu mengeluhkan jika beras bantuan yang didapatnya berkutu.

Kepala Desa Purworejo, Suprayogi mengaku, sejumlah warga mengeluhkan beras bantuan BPNT ke pemerintah desa.

Warga mengeluhkan kualitas beras yang diterima melalui bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Dia menuturkan, beras bantuan tersebut dianggap tidak layak konsumsi dan berkutu.

Kata dia, warga meminta kualitas beras bantuan diperbaiki lagi sehingga lebih layak untuk dikonsumsi.

"Baru kali ini beras bantuan yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM) tidak layak," kata Suprayogi, Selasa (30/6/2020).

"Sebelumnya tidak pernah ada keluhan terkait beras tidak layak seperti sekarang," sambung dia.

Beras Berkutu
Beras Berkutu (TRIBUNMADURA.COM/RAHADIAN BAGUS)

Suprayogi menuturkan, warga penerima BPNT mengambil beras di E-Warung yang ada di desa setempat.

Beras bantuan tersebut distok oleh Bulog.

Suprayogi menuturkan, di desanya, ada sebanyak 216 KPM yang menerima beras bantuan tersebut.

Namun, hanya beberapa warga saja yang mengeluhkan kondisi beras tidak layak konsumsi itu.

Pihaknya telah melaporkan temuan ini kepada Bulog.

Pemerintah desa meminta kepada pihak Bulog agar memperbaiki kualitas beras yang diberikan kepada warga penerima bantuan.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Sub Divre 4 Madiun, Ahmad Mustari mengatakan, beras program BPNT di Desa Purworejo yang berkutu dan tidak layak konsumsi itu bukan beras dari Bulog.

Beras untuk BPNT tidak hanya berasal dari Bulog, tetapi juga diambil dari supplier lain.

"Tidak semua beras untuk program BPNT dari Bulog. Ada juga supplier yang tidak mengambil beras dari kita," ungkap dia.

"Kan ada supplier lokal. Jangan dikatakan semua beras BPNT ambil dari Bulog," katanya.

Mustari menyayangkan adanya peristiwa beras bantuan yang tidak layak dikonsumsi itu.

Dia juga sudah meminta Dinas Sosial Kabupaten Madiun supaya menelusuri siapa yang memasok beras berkutu tersebut.

"Tidak mungkin kami memberikan beras yang tidak layak konsumsi. Secara pribadi saya prihatin," imbuhnya. (rbp)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved