Berita Sampang
Puncak Musim Kemarau Belum Tiba, Puluhan Desa di Sampang Madura Alami Kekeringan Kritis
Ada sebanyak 30 desa di Kabupaten Sampang terdampak kekeringan. Diprediksi jumlahnya semakin bertambah.
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Puluhan desa di Kabupaten Sampang mengalami kekeringan kritis meskipun puncak musim kemarau belum tiba.
Data BPBD Sampang, ada 30 desa di Kabupaten Sampang terdampak kekeringan.
Kasi kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Moh Imam mengatakan, puluhan desa yang mengalami kekeringan kritis itu tersebar di Kabupaten Sampang.
• Sapi Lepas dan Ngamuk di Masjid Al Akbar Surabaya, Petugas Takmir Masjid Alami Patah Tulang
• Puncak Musim Kemarau di Jawa Timur Diprediksi Jatuh pada Agustus, Wilayah Ini Berpotensi Kekeringan
• Kota Malang Dilanda Suhu Dingin, Capai 16 Derajat Celcius pada Malam Hari, BMKG Ungkap Penyebabnya
Ia menyebut, jumlah desa terdampak kekeringan di Kabupaten Sampang bisa jadi bertambah.
Sebab, hingga saat ini, kata dia, masih ada tiga Kecamatan yang belum menyetor atau melaporkan kondisi desa di daerahnya.
"Tiga kecamatan itu di antaranya, Kecamatan Tambelangan, Camplong, dan Kedungdung," ujarnya kepada TribunMadura.com, Jumat (31/7/2020).
Adapun kondisi cuaca saat ini, Moh Imam menjelaskan, masih dalam katagori kering basah.
Mengaca dari tahun sebelumnya, puncak kekeringan di Kabupaten Sampang akan terjadi pada Agustus 2020 mendatang.
• Inilah 15 Jenis Fetisisme yang Perlu Diketahui, Tak Kalah Aneh dari Fetish Kain Jarik Bungkus Pocong
"Untuk waktu tepatnya, puncak kekeringan tidak dapat diprediksi karena saat ini BPBD Surabaya belum mengumumkan," terang Moh Imam.
Sementara, untuk upaya menanggulangi bencana kekeringan pada musim ini, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan seluruh camat se-Sampang, termasuk PDAM dan DPRKP pada 5 Agustus 2020.
"Untuk saat ini kami masih belum bergerak karena data masih belum terkumpul semua," kata dia.
"Terlebih untuk melakukan batuan kami masih akan mengajukan dana dengan membuat Surat Keterangan (SK) tentang siaga darurat kekeringan," pungkasnya.
• Hari Raya Idul Adha, Pemkab Pamekasan Beri Bantuan Hewan Kurban Sapi ke Masjid Agung Asy Syuhada