Donald Trump Bakal Blokir TikTok di Amerika Serikat, Khawatir Jadi Alat Pengintaian Intelijen China?

Popularitas TikTok meningkat pesat sejak ByteDance mengakuisisi aplikasi Musical.ly yang berbasis di AS pada 2017.

Getty
Donald Trump 

TRIBUNMADURA.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan memblokir TikTok di Negeri Paman Sam.

Langkah ini diambil dengan alasan meningkatnya kekhawatiran jika aplikasi TikTok dapat menjadi alat pengintaian bagi intelijen China.

Kekhawatiran itu diungkapkan oleh para pejabat AS dan anggota parlemen dalam beberapa pekan terakhir.

Tapi TikTok sendiri membantah mereka ada hubungan dengan pemerintah China.

Katalog Promo JSM Indomaret dan Alfamart 2 Agustus 2020, Diskon Harga Beras, Kecap dan Bumbu Rendang

Ketua Banggar DPR RI Salurkan Bantuan 500 Juta Lebih untuk Penanganan Covid-19 di Sumenep

BREAKING NEWS: Gerindra Usung Fauzi-Eva di Pilkada Sumenep 2020, Ketua DPD Jatim: Ada Kesamaan Visi

Didukung 6 Partai Politik, Fattah Jasin – Ali Fikri Warits Deklarasi Maju Pilkada Sumenep 2020

Trump sebelumnya dilaporkan akan mengambil alih kepemilikan TikTok dari perusahaan induk China ByteDance ke perusahaan AS.

Tapi kini justru mengumumkan hendak melarang penggunaan aplikasi itu di Negeri Paman Sam.

Saat berbicara ke para wartawan di Air Force One Trump berkata, "Soal TikTok sejauh ini, kami melarang mereka di Amerika Serikat," katanya,  Jumat (31/7/2020). 

Ia menambahkan, dia akan mengambil tindakan secepatnya pada Sabtu (1/8/2020).

Hal ini untuk menggunakan kekuatan ekonomi darurat atau perintah eksekutif.

Langkah Trump ini ditempuh menyusul adanya tinjauan dari Komite Investasi Asing (CFIUS) di AS, yang menyelidiki kesepakatan-kesepakatan yang berdampak ke keamanan nasional AS.

Halaman
123
Berita Populer
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved