Breaking News:

Berita Magetan

Tempat Hiburan Malam di Magetan Diizinkan Beroperasi kembali, Namun ada Syaratnya

Pemerintah mulai mempertinbangkan diizinkannya kembali tempat usaha, seperti depot, warung makan, kopi dan tempat hiburan malam buka.

TRIBUNMADURA.COM/DONI PRASETYO
Tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan yang terdiri dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan asesmen ke sejumlah tempat hiburan malam (THM) untuk memberikan arahan terkait protokol kesehatan sebelum diizinkan beroperasi kembali 

TRIBUNMADURA.COM, MAGETAN - Hampir enam bulan sejak pandemi corona virus disease 2019 atau Covid 19 melanda tanah air, seluruh tempat usaha, termasuk tempat hiburan malam (THM) di seluruh wilayah Kabupaten  Magetan diperintahkan tutup.

Namun setelah kondisi wabah Covid 19 ini mulai mereda, pemerintah mulai mempertinbangkan diizinkannya kembali tempat usaha, seperti depot, warung makan, kopi dan THM buka.

Hal ini untuk memulihkan kembali perekonomian masyarakat yang sempat lesu.

"Yang penting pengelola dan pemilik tempat hiburan malam tetap memperhatikan dan menyediakan peralatan dan persyaratan protokol kesehatan,"kata Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Ari Budi Santoso kepada Surya, saat diketahui melakukan asesmen di Morodadi Karaoke Sarangan, Senin (3/8).

Sempat Dikira Daging Kurban, Bidan Desa Malah Temukan Sosok Bayi Tak Berbentuk, ini Kronologinya

Update Harga HP Samsung Agustus 2020, Dilengkapi Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy Note 20 Ultra

Risma Klaim Surabaya Zona Hijau, Tren Penularan Covid-19 Turun, Angka Kesembuhan Pasien Meningkat

Dalam inspeksi mendadak (sidak) guna melakukan asesmen ke sejumlah THM di wilayah Kabupaten Magetan itu disertai anggota tim lain, seperti Kadishub Joko Trihono, Kadisperindag Sucipto, dan Kabid Penegakan Perda (Gakda) Satpol PP Fery Yoga Saputra.

Dalam asesmen ke THM itu, tim melihat kelayakan room, peralatan, mikropon, kebersihan meja, lantai dan pembatas di sofa tempat duduk, termasuk peralatan untuk penyajian makanan dan minuman serta tetep menyarankan menjaga physical distancing (jarak fisik).

"Kita tadi melihat ke dalam room, satu per satu, banyak yang harus dipenuhi dan kalau pengelola belum bisa memenuhi, kami belum bisa memberikan izin THM buka, karena tanggungjawabnya besar,"kata Ari Budi Santoso yang juga Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mageten ini.

Dikatakan Ari Budi, di THM yang disidak bersama anggota tim lain, ditemukan room tidak berventilasi tidak dipasang exhaust fan (kipas angin) sehingga ruangan sangat pengap, karena udara dalam room THM itu tidak bisa bersirkulasi.

"Selain ventilasi di room tidak dilengkapi kipas angin penyedot udara dalam ruangan, sehingga udara ruangan bisa bergantian. Kecuali itu juga perlatan menyanyi, juga meja, mikropon dan sofa belum sesuai petunjuk protol kesehatan,"katanya.

Menurut Ari Budi, rata rata yang masih belum sesuai dengan protokol kesehatan di era Indonesia baru ini, hanya masalah sepele tapi klo tidak diantisipasi bisa sebagai penyebab menularkan Covid 19.

"Seperti mikropon yang dipakai bergantian, itu harus dibungkus.

Dan bungkus ini setiap selesai menyanyi, harus diganti.

Namun tim esemen menyebutkan selain dibungkus juga dibersihkan sebelum dipakai tamu berikutnya,"kata Ari Budi, seraya mengatakan tidak akan mempersulit izin buka THM, asal sudah memenuhi protokol kesehatan yang disyaratkan. (tyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved