Breaking News:

Demo Pekerja Seni di Kota Surabaya

BREAKING NEWS - Ratusan Pekerja Seni Geruduk Balai Kota Surabaya, Tuntut Izin Kegiatan Diterbitkan

Ratusan pekerja seni dan hiburan menyuarakan aspirasi dengan menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota Surabaya, Rabu siang (5/8/2020).

TRIBUNMADURA.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Tuntutan salah satu demonstran yang tergabung dalam asosiasi pekerja seni di depan pemerintah kota surabaya, Rabu siang (5/8/2020) 

TRIIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ratusan pekerja seni dan hiburan menyuarakan aspirasi dengan menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota Surabaya, Rabu siang (5/8/2020).

Dari pantauan TribunMadura.com, pekerja seni itu tergabung dalam Asosiasi Pekerja Seni Surabaya.

Mereka menuntut Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menerbitkan izin kegiatan atau hajatan baik indoor maupun outdoor di tengah pandemi Covid 19.

Dalam aksi damai itu, massa membawa belasan kendaraan truk pickup yang dilengkapi peralatan sound system dan kostum tari tradisional.

Chord Gitar dan Lirik Lagu Di Sepertiga Malam Rey Mbayang, Trending di Youtube, Lengkap Musik Video

Aksi Jambret di 3 Lokasi Kota Surabaya Dalam Waktu Hampir Bersamaan, Pelaku Menyasar Perempuan

Keluarga Jenazah PDP di Lamongan Tolak Pemulasaran Protokol Covid-19, Mediasi Libatkan TNI-Polri

Para Demonstran menggelar pertunjukan seni kuda kepang di depan kantor balai kota surabaya sebagai bentuk unjuk rasa dengan pengawalan ketat, Rabu siang (5/8/2020)
Para Demonstran menggelar pertunjukan seni kuda kepang di depan kantor balai kota surabaya sebagai bentuk unjuk rasa dengan pengawalan ketat, Rabu siang (5/8/2020) (TRIBUNMADURA.COM/FEBRIANTO RAMADANI)

Para demonstran juga membentangkan spanduk yang bertuliskan tentang keluhan mereka saat tidak mendapatkan permintaan.

Uniknya, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintahan dengan menampilkan pentas tari reog ponorogo dan kesenian jaran kepang.

Aksi yang mereka pamerkan tersebut dilakukan di depan petugas kepolisian, dan Satpol PP. Akibat pertunjukan ini, Jalan Sedap Malam menjadi padat.

Ipang, pemilik Orkes Melayu Laskar Republik, mengatakan, dalam waktu beberapa bulan yang lalu, pihaknya mengalami penurunan keuntungan hingga mencapai 100 persen, selama wabah virus corona.

"Kami tidak kerja akhir akhir ini. Kami mencoba manggung dari cafe dan food court. Tapi masih kurang karena kendala pembatasan jam operasional," katanya.

Ipang juga mengaku, rela menjual gitar kesayangannya demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan operasional usahanya. Hanya saja, ia menyebut, hasil penjualannya tidak akan bisa bertahan lama.

"Bahkan sampai jual motor pribadi saya. Karena ketika kita ada job dan minta izin ke kepolisian. Tidak diberikan karena alasan covid 19," keluhnya.

Operasi Patuh Semeru 2020 Selama 14 Hari, 973 Pengendara di Sampang Ditilang, Terbanyak Tak Bawa SIM

Jokowi Lepas Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Ini Penjelasan Kepala Sekretariat Presiden

Penampilan Istri Hotman Paris Agustianne Marbun Saat Rayakan Ulang Tahun, Sederhana Bersama Keluarga

Sementara itu, Pemilik Wedding Organizer Artajava, Elvira Titania Melinda, menambahkan, ia sempat beralih profesi menjadi penjaja makanan online demi memenuhi kebutuhan susu anaknya.

"Tidak ada penghasilan. Kami butuh job ,butuh event. Bahkan saya sudah menjual barang berharga supaya usaha ini tetap bertahan," ungkapnya.

Elvira berharap, pandemi ini segera berakhir dan semua sektor bisa beraktivitas lagi seperti biasa. Agar pemilik usaha tidak mengalami gulung tikar.

"Karyawan saya 20 mas. Mereka sudah tidak ada pekerjaan. Mereka juga ada yang punya anak. Kalau diizinkan menggelar hajatan, saya siap melakukannya dengan protokol kesehatan," tuturnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved