Kuburan Massal Berusia 5000 Tahun Mengungkap Momen Tragis Masa Lalu, Kisah Pembantaian Terlihat

Sebuah kuburan tulang yang tersusun rapi di dekat desa Koszyce di Polandia modern menangkap momen tragis dalam sejarah.

Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA/IST
(Ilustrasi tidak terkait berita ) Tengkorak kepala yang ditemukan terendam dalam tambak di Sidoarjo. 

TRIBUNMADURA.COM - Kuburan massal yang berusia 5000 tahun mengungkap kisah tragis masa lalu.

Tampak susunan kerangka yang berbaris mengisyaratkan sesuatu.

Peneliti menduga jika ada kisah pembantaian sebelum kuburan massal itu terbentuk.

Terdapat barang berharga di sekitar kerangka tersebut.

Sebuah kuburan tulang yang tersusun rapi di dekat desa Koszyce di Polandia modern menangkap momen tragis dalam sejarah.

Tragedi Mencekam di Area SPBU, Berawal Saling Pandang Berujung Celurit Melayang di Tangan Matraji

PROMO JSM INDOMARET Jumat 7 Agustus - 9 Agustus 2020 dan PROMO JSM ALFAMART Diskon Harga Cuma 3 Hari

Download Lagu Lesti - Kulepas Dengan Ikhlas, Trending di Youtube, Lengkap Lirik dan Cara Download

Kuburan itu mengisyaratkan kembalinya seorang pria dari jauh untuk menemukan keluarganya yang telah dibantai di tangan musuh.

Sementara kita hanya bisa membayangkan kisah pribadi yang terungkap sekitar 5.000 tahun yang lalu, pandangan baru pada DNA kerangka sekarang telah memberikan perspektif baru.

Dilansir dari Science Alert pada Kamis (13/6/2019), perspektif baru itu diungkap kepada para sejarawan tentang pertemuan budaya pada awal Zaman Perunggu Eropa.

Para arkeolog menemukan kuburan massal yang berisi mayat pria, wanita, dan anak-anak pada tahun 2011.

Lebih jauh, tengkorak mereka yang hancur bertuliskan ciri khas serangan setan ke kepala.

Pada pemeriksaan lebih dekat, mayat-mayat itu berbaris dengan cara yang agak formal, disertai dengan beragam barang berharga.

Ini bukan hanya adegan pembunuhan, itu adalah pemakaman setelah pembantaian.

Berdasarkan pengukuran karbon radio, jenazah tersebut bertanggal sekitar 2880-2776 SM, masa ketika Eropa Rumania menghadapi pergolakan budaya yang hebat.

Barang-barang kuburan yang ditemukan di situs tersebut menunjukkan bahwa komunitas tersebut termasuk ke dalam budaya Amphora Globular.

Halaman
12
Sumber: Intisari
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved