Breaking News:

Gilang Bungkus Ditangkap

Pelaku Fetish Kain Jarik 'Gilang Bungkus' Ditangkap Polisi, Tak Melarikan Diri Hanya Pulang Kampung

Kapolres Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah mengatakan, mereka berhasil menangkap pelaku fetish pocong jarik yang dikenal Gilang bungkus.

Penulis: Syamsul Arifin | Editor: Elma Gloria Stevani
Istimewa
Petugas Kepolisian Polrestabes Surabaya bersama Polres Kapuas, saat mengamankan pelaku fetish pocong jarik dikediaman rumah pamannya di Jalan Tjilik Riwut, Rukun Tetangga (RT) 21, Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. 

Dalam rapat itu, keluarga menyesalkan perbuatan Gilang yang diduga melakukan pelecehan seksual berkedok penelitian 'fetish kain jarik'.

"(Hasil rapat klarifikasi) tidak dapat disampaikan secara terbuka.

Intinya keluarga menyesalkan atas apa yang sudah dilakukan oleh puteranya," kata Puji ketika dikonfirmasi, Selasa (4/8/2020).

Gerebek Kamar Kos, Satpol PP Kediri Temukan 5 Pasangan Bukan Suami Istri dan 5 Pelaku Pesta Miras

Viral Ayah Mertua Menikah dengan Ibu Kandung, Besan Nikahi Besan: Suamiku Kini Jadi Kakak Tiriku

Universitas Airlangga Surabaya (instagram/exploreunair)
Universitas Airlangga Surabaya (instagram/exploreunair) ()

Kasus pelecehan fetish kain jarik ini terungkap setelah beredar utasan korban di Twitter sejak Kamis (30/7/2020).

Berita tersebut pun langsung menjadi trending topik di Twitter.

Lewat utasan tersebut, si penulis sekaligus korban yakni @m_fikris melampirkan tangkapan layar percakapannya dengan Gilang.

Peristiwa itu terjadi saat korban menjadi peserta mahasiswa baru.

Korban dan pelaku berkuliah di kampus yang berbeda.

Wali Kota Risma Tinjau Progres Renovasi Stadion GBT Surabaya untuk Piala Dunia U-20 2021

BREAKING NEWS - Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kardus oleh Warga Bungberuh Pamekasan di Tambak Garam

Gilang tiba-tiba mem-follow akun Instagram korban dan dari situ keduanya intens berkomunikasi.  

Pelaku meminta korban bersedia dibungkus dengan kain jarik selama tiga jam layaknya jenazah manusia yang meninggal dunia dengan alasan hal itu untuk riset.

Salah satunya yang menyatakan bahwa pelaku akan memberi bayaran.

"Gimana dek? Nanti aku dobel deh bayarannya," kata Gilang dalam tangkapan layar percakapan WhatsApp tersebut.

Namun sebelumnya, sang korban atau sang penulis utas yakin mau membantu pelaku karena dimintai bantuan dalam menulis riset.

Gilang meyakinkan korban-korbannya untuk membantunya dalam menulis riset yang melibatkan korban dililit atau dibungkus dengan kain jarik.

Penulis utas tersebut mengaku hanya ingin membantu karena untuk kebutuhan riset Gilang.

Dalam twitnya, korban juga melaporkan aksi G ke ke institusi tempat G berkuliah.

"Untuk pihak @Unair_Official dan @BEMFIBUA ada seorang mengaku sebagai mahasiswa anda dan telah melalukan pelecehan seksual kepada saya dan beberapa orang, mohon untuk ditindaklanjuti," tulis pemilik akun @M_fikris.

(Tribunnewswiki.com/Niken Aninsi/SO)(TribunJatim.com, Surya.co.id, Kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved