Breaking News:

Berita Sidoarjo

Pembelajaran Tatap Muka untuk SD hingga SMA di Wilayah Zona Hijau Sidoarjo Bakal Segera Aktif

Sekolah di Sidoarjo bakal segera dibuka kembali, mulai tingkatan SD hingga SMA. Siswa bisa ke sekolah dan belajar langsung bersama guru di sekolah.

KOMPAS.com/CYNTHIA
Ilustrasi - Simulasi sekolah belajar tatap muka di SMPN 02 Bekasi, Senin (3/8/2020). 

TRIBUNMADURA.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, sekolah yang berada di zona hijau dan kuning diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Hal tersebut berdasarkan revisi surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, yaitu Mendikbud, Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Agama (Menag), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait proses pembelajaran tatap muka di sekolah pada tahun ajaran 2020/2021.

Oleh karena itu, sekolah di Sidoarjo bakal segera dibuka kembali, mulai tingkatan SD hingga SMA.

Siswa bisa ke sekolah dan belajar langsung bersama guru di sekolah atau pembelajaran tatap muka.

Menurut Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, setelah mendapat petunjuk dari Kementrian, pihaknya sedang melakukan kajian bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

Kisah Indriana Tinggal di Bekas Kandang Ayam Bersama Ibu dan Adiknya: Sering Diejek Tapi Sudah Kebal

Jadwal Acara TV Sabtu 8 Agustus 2020 TRANS TV RCTI SCTV GTV TRANS 7, Ada Film Breaking Dawn Part 2

Ramalan Zodiak Cinta Sabtu 8 Agustus 2020, Scorpio Perhatian, Ada Godaan yang Menyenangkan Capricorn

"Satu dua hari ini dinas sedang melakukan kajian. Senin atau Selasa depan, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan bakal kami ajak musyawarah. Untuk menentukan langkah," kata Nur Ahmad Syaifuddin, Jumat (7/8/2020).

Sebagaimana petunjuk dari pusat, pemerintah daerah boleh melakukan diskresi.

Tentu tetap dengan mempertimbangkan berbagai hal. Utamanya terkait potensi penyebaran Covid-19.

"Kalau saya pribadi, setuju sekolah tatap muka kembali diaktifkan. Asal tetap menjalankan protokol kesehatan," ujar Cak Nur, panggilan Nur Ahmad Syaifuddin.

Misalnya, jumlah siswa di dalam kelas dibatasi separuh. Agar bisa menerapkan physical distancing. Caranya, jadwal masuk dibagi menjadi dua, alias digilir.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved