Breaking News:

Virus Corona di Jatim

Pembukaan Sekolah dan Sekolah Tatap Muka Diwacanakan, Satgas Covid-19 Jatim: Harus Hijau Dulu

Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap harus berpacu pada tata syarat

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi, Kamis (4/6/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap harus berpacu pada tata syarat pedoman pembukaan sekolah tatap muka di tengah pandemi covid-19.

Ia menyarankan agar pembukaan sekolah tatap muka tidak dilakukan terburu-buru dan tetap berpatokan pada pemenuhan syarat bahwa sekolah tatap muka hanya bisa dibuka jika wilayah tersebut telah berstatus zona hijau.

Jika belum hijau artinya risiko penularan penyakjt covid-19 di daerah tersebut masih ada.

Sehingga jika dipaksanakan maka masih ada peluang atau potensi terjadi klaster penyebaran virus yang baru.

Terduga Teroris Asal Surabaya Dibekuk Densus 88 di Malang, Tetangga Sebut Terduga Jarang Berbaur

TERKINI, Harga HP iPhone di Awal Agustus 2020, iPhone 12, iPhone 7, iPhone 8 hingga Iphone 11 Pro

Lirik Lagu Berbeza Kasta yang Dinyanyikan Thomas Arya, Trending Youtube, Lengkap Cara Download

"Menurut saya harus hijau dulu, RT di bawah 1.

Artinya penularan turun atau gak ada case, sehingga kans timbulnya penyakit itu kecil,” kata Joni saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (8/8/2020).

Pasalnya hal ini penting karena berdasarkan pengalaman di beberapa daerah seperti di Tiongkok beberapa waktu yang lalu ketika awal membuka pendidikan secara tatap muka dengan protokol yang ketat, justru masih ditemukan ada penyebaran kasus.

Sehingga, dalam dua minggu awal tercatat ada 70 yang dinyatakan positif Covid-19.

"Memang kasus penularan covid-19 pada anak-anak sangat rendah di Jatim, namun jika dibuka tanpa mempertimbangkan kajian epidemiologi akan bahaya.

Sebab, ada perbedaan klinis antara anak-anak dengan orang dewasa," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved