Breaking News:

Virus Corona di Malang

Dikritik Masyarakat, Bupati Malang Berdalih Hanya Elektonan Bukan Dangdutan, Ini Kata Pengamat Musik

Bupati Malang sedang menjadi sorotan masyarakat setelah melakukan aksi menyanyi bersama dua biduan dangdut diiringi musik elekton.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Elma Gloria Stevani
Istimewa
Screenshots video Sanusi saat bernyanyi di atas panggung dengan didampingi dua penyanyi dangdut setelah agenda launching Tim Kampanye Malang Makmur. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Bupati Malang sedang menjadi sorotan masyarakat setelah melakukan aksi menyanyi bersama dua biduan dangdut diiringi musik elekton.

Aksi tersebut terekam saat acara deklarasi tim kampanyenya di Pilkada 2020.

Sanusi dikritik masyarakat karena dinilai mengabaikan protokol kesehatan.

Sanusi sempat bersalih bahwa kegiatan yang diikutinya adalah elektonan dan bukan dangdutan.

Mungkin sebagian dari masyarakat masih belum memahami makna elektonan dan dangdutan.

Wanita 23 Tahun di Surabaya Diduga Diculik Mantan Pacar, Disekap di Pamekasan, Sempat Bagikan Lokasi

Bupati Malang Dangdutan di Tengah Pandemi yang Berujung Kritikan: Yang Penting Covid-19 Menurun

Pembunuhan Sadis Warga Pulau Kangean, Pelaku Tusuk Tubuh Korban, Berlatar Kisah Dendam karena Santet

Akademisi asal Universitas Negeri Malang mengungkapkan perbedaan keduanya.

"Dangdutan dan electone berbeda. Dangdutan adalah kata dangdut diimbui kata an," ujar Dosen Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang, Deny Handrianata Mahendra S.Sn ketika dikonfirmasi, Senin (10/8/2020).

Deny Handrianata Mahendra menjelaskan, dangdut adalah salah satu genre musik.

"Dangdut sendiri adalah genre musik. Yang diadopsi musik India," ulas Deny Handrianata Mahendra.

Ketika populer disebut dangdutan, konotasi tersebut mengkiaskan sebuah aktivitas.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved