Breaking News:

Madura United

Madura United Setujui Teknis Protokol Kesehatan Lanjutan Liga 1 2020, Ini Poin-poin Kesepakatannya

Madura United menerima teknis protokol kesehatan dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2020 yang digelar pada 1 Oktober mendatang.

TRIBUNMADURA.COM/SUGIHARTO
Striker Madura United, Alberto Goncalves di Stadion Gelora Bangkalan. 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Madura United menilai sudah tak ada persoalan dari sisi protokol kesehatan dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2020 yang digelar pada 1 Oktober mendatang.

Hal itu disampai Zia Ulhaq Abdurrahim, Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu, setelah menghadiri manajer meeting di Jakarta, Jumat (7/8/2020) kemarin.

Sebelum manajer meeting tersebut, Madura United memang mempertanyakan persoalan protokol kesehatan lanjutan kompetisi Liga 1 2020.

4 Staf Puskesmas Wringinanom Ponorogo Positif Covid-19, Pelayanan Puskesmas Ditutup Sementara

Suasana Mencekam di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan, Teriakan Petugas Medis hingga Lumuran Darah

Identitas Mayat Misterius di Pantai Pandanwangi Lumajang Terungkap, Sepeda Motor Jadi Petunjuknya

"Karena ini persoalan moral juga. Alhamdulillah PT LIB dan PSSI menjawab kegalauan kami dengan menjamin secara utuh prihal protokol kesehatan," kata Zia Ulhaq pada Surya ( grup TribunMadura.com ), Minggu (9/8/2020).

Rapat tersebut merupakan rapat pertama tatap muka antara LIB dan klub, setelah di masa pandemi, koordinasi tentang kelanjutan kompetisi banyak dilakukan secara virtual.

Salah satu hasil dari manajer meeting itu, PSSI akan menanggung biaya tes swab bagi pemain dan ofisial tim selama kompetisi berlangsung dimana tes akan dilakukan 14 hari sekali.

"Jadi di protokol kesehatan menurut kami sudah tidak ada masalah. Sudah clear, Madura United sudah menerima apa yang menjadi steatmen PSSI dan PT LIB," tambah pria asal Pamekasan itu.

Dinas Pendidikan Lumajang Pastikan Guru Sambang Siswa Tak Disetop Meski Ada Guru Positif Covid-19

Ditambahkan Zia, tentang protokol kesehatan memang selalu disuarakan pihaknya sejak rapat-rapat sebelumnya.

Karena ia menilai, di masa pandemi seperti saat ini, nyawa lebih bernilai dibandingkan dengan apapun.

Dengan standarisasi dan aturan yang ketat, pria yang akrab disapa Habib itu berharap sepak bola tak menjadi klaster baru penyebaran virus Corona.

"Kami juga berharap, jangan sampai sepak bola dimana merupakan olahraga favorit yang dicintai oleh masyarakat secara umum menjadi klaster baru penularan Covid-19, dan ini betul-betul tidak kami inginkan," pungkasnya. (amn).

Penulis: Khairul Amin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved