Breaking News:

Virus Corona di Nganjuk

Bupati Nganjuk Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19, Adaptasi Kebiasaan Baru Belum Dilaksanakan

Bupati Nganjuk memastikan masa tanggap darurat Covid-19 di Kabupaten Nganjuk diperpanjang menjadi 61 hari atau selama dua bulan ke depan.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD AMRU MUIZ
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat saat meninjau rumah singgah covid-19 di Gedung Mpu Sindok, Kamis (14/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - Bupati Nganjuk memastikan masa tanggap darurat Covid-19 di Kabupaten Nganjuk diperpanjang menjadi 61 hari atau selama dua bulan ke depan.

Hal itu berdasar surat pernyataan perpanjangan kedua status tanggap darurat bencana Covid-19 di Kabupaten Nganjuk.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat dalam surat nomor 360/1042/411.405/2020 menjelaskan, perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 tersebut didasarkan pada hasil kajian kalau sekarang ini penyebaran virus corona masih berlangsung di Kabupaten Nganjuk.

Disamping itu, perpanjangan masa tanggap darurat juga didasarkan Keputusan Presiden RI nomor 12 tahun 2020 dan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nomor 6 tahun 2020.

Pasangan Suami Istri di Kota Madiun Positif Covid-19, Sebelumnya Hasil Rapid Test Non-Reaktif

Pria Sidoarjo Tewas Tergeletak di Ruang Tamu Rumah, Diperkirakan Meninggal Dunia Sejak 3 Hari Lalu

KRONOLOGI Pria di Desa Banuaju Barat Sumenep Tewas di Tengah Sawah, Sempat Pulang ke Rumah Istri

"Berdasarkan hal tersebut diatas, maka kami putuskan perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 di Kabupaten Nganjuk selama 61 hari sejak 1 Agustus 2020 hingga tanggal 30 September 2020," kata Novi Rahman Hidhayat, Selasa (11/8/2020).

Dengan demikian, dikatakan Novi Rahman Hidhayat, dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat di Kabupaten Nganjuk maka pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) belum dilaksanakan secara penuh.

Dan saat ini masih dalam tahap persiapan menuju AKB secara penuh nantinya.

Sebelumnya Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Marhaen Djumadi sempat mengatakan, Pemkab Nganjuk memperpanjang masa tanggap darurat diperkirakan selama 1,5 bulan atau selama enam pekan.

Namun Bupati Nganjuk telah memperpanjang masa tanggal darurat Covid-19 selama 61 hari atau dua bulan ke depan.

"Jadi yang benar sesuai Surat Bupati Nganjuk perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 di Kabupaten Nganjuk selama dua bulan ke depan, dan kami siap melaksanakan keputusan perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 tersebut," kata Marhaen Djumadi.

Curhatan Perawat Soal RSU Asyifa Husada Pamekasan Diteror, Jadi Tempat Penerima Order Fiktif Makanan

Ramalan Zodiak Besok Rabu 12 Agustus 2020, Taurus Menguap Sepanjang Hari, Cancer Beli Rumah Baru

BREAKING NEWS - Pria Sumenep Ditemukan Tewas di Tengah Sawah, Darah Keluar dari Mulut dan Hidung

Dan yang penting, ungkap Marhaen Djumadi, diharapkan masyarakat untuk sekarang ini tidak mudah percaya dengan informasi yang banyak bermunculan terkait Covid-19.

Seperti terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) terbatas hanya untuk jenjang SMA dan SMK. Tetapi beberapa hari terakhir beredar informasi semua jenjang pendidikan mulai PAUD, TK, SD, SMP semuanya akan dilakukan KBM terbatas.

"Informasi itu tidak betul, makanya kami mengharapkan warga tidak mudah percaya akan informasi yang bukan dari lembaga resmi terkait Covid-19," tutur Marhaen Djumadi.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved