Breaking News:

Berita Surabaya

Massa Aksi Pekerja Seni Surabaya Tinggalkan Balai Kota Surabaya, Setelah Mendapatkan Jawaban

Reni Astuti, Wakil Ketua DPRD Surabaya yang menemui massa usai audiensi mengungkapkan jika Pemkot sudah menjawab tak ada larangan menggelar hajatan

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Wakil Ketua DPRD Surabaya saat menemui massa pekerja seni Surabaya 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Setelah mendapat jawaban dalam audiensi yang digelar di halaman Balai Kota, massa aksi dari Aliansi Pekerja Seni Surabaya memilih membubarkan diri. 

Reni Astuti, Wakil Ketua DPRD Surabaya yang menemui massa usai audiensi mengungkapkan jika Pemkot sudah menjawab tak ada larangan menggelar hajatan di Surabaya. 

"Tadi secara tegas, Pemerintah Kota menyampaikan bahwa sesungguhnya di dalam Perwali 33 pun itu tidak ada larangan terkait dengan hajatan," kata Reni dari atas mobil komando. 

Sontak, keputusan itu disambut gemuruh massa yang jumlahnya disebut hingga ribuan.

Areal Balai Kota menjadi riuh suara para demonstran yang menyambut baik hasil pertemuan itu. 

Pintu Kamar Dokter Wanita Tak Dikunci, Jadi Kesempatan Pelaku Masuk, Rekaman CCTV Jadi Bukti

Isak Tangis Penyanyi di Surabaya, Rela Jual Cincin Kawin Demi Bisa Makan, ini Pintanya untuk Risma

Daftar Harga Emas Rabu 12 Agustus 2020, Harga Emas Terus Alami Kenaikan, AS dan China Punya Pengaruh

Sebab, semula mereka sempat mengancam akan bermalam di Balai Kota jika tuntutan massa tak digubris. 

Reni melanjutkan, hanya saja apakah hajatan itu melibatkan pekerja seni atau tidak itu merupakan kewenangan penuh si empunya hajat.

Kemudian, pekerja seni di sentra PKL juga disampaikan diperbolehkan. 

"Kemudian yang ketiga terkait dengan bazar, yang menggunakan jalan dan sebagainya, tadi catatan dari Kapolrestabes beliau siap memberikan izin dengan catatan agar protokol kesehatan dilakukan," tambah Reni yang menggunakan pengeras suara itu. 

Secara prinsip, lanjut Reni, Pemkot dan DPRD Surabaya bersama elemen masyarakat luas harus bersama optimis dapat terus berjuang di masa pandemi Covid-19. 

"Agar Surabaya segera zona hijau," lanjut politisi PKS tersebut. 

Belasan mobil pikap dan truk yang lengkap dengan pengeras suara yang semula memenuhi Jalan Sedap Malam secara bergantian mulai meninggalkan lokasi. 

Sekitar pukul 14.30 WIB areal Balai Kota Sudah mulai sepi, yang semula menjadi panggung aksi para demonstran. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved