Breaking News:

HUT RI 2020

Sosok Laksamana Maeda Berjasa Bagi Proklamasi Indonesia, Meminjamkan Rumah Hingga Kiprahnya

Laksamana Maeda merupakan sosok yang sangat berjasa menjelang persiapan hingga proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan.

MUSEUM PERUMUSAN NASKAH PROKLAMASI
Laksamana Maeda berbaju adat Jawa. Maeda membentuk Jakarta Kaigun Bukanfu untuk memperoleh dukungan massa melalui tokoh-tokoh nasionalis di Indonesia demi kemenangan Perang Asia Timur Raya. 

TRIBUNMADURA.COM - Laksamana Maeda merupakan sosok yang sangat berjasa menjelang persiapan hingga proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan.

Peristiwa proklamasi ini merupakan titik balik bagi Indonesia merebut kemerdekaan.

Laksamana Maeda merupakan perwira tinggi Angkatan Laut Jepang, Laksamana Muda Tadashi Maeda.

Pada 16 Agustus 1945, Sukarno dan Hatta diculik oleh Soekarni Kartodiwirjo dan beberapa pemuda ke Rengasdengklok, Jawa Barat.

Tanpa kemunculan dua sosok tersebut, sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan (PPKI) bentukan Jepang terpaksa harus ditunda.

Ngatimin, Sosok Mata-Mata Indonesia Bertaruh Nyawa Menyusup ke Tentara Belanda, Begini Nasibnya Kini

Ramalan Zodiak Cinta 18 Agustus 2020, Keberanian Gemini Hingga Cancer yang Merasa Bersemangat

Sejarah, Rumor Serta Kisah Unik dari Mikrofon yang Digunakan Soekarno Membaca Proklamasi Kemerdekaan

Achmad Soebarjo, yang kala itu bekerja di kantor penasehat Angkatan Darat Jepang, kemudian mendapat informasi bahwa Sukarno-Hatta diculik ke Rengasdengklok.

Dia segera ke sana dan bernegosiasi agar Sukarno dan Hatta bisa dibebaskan.

Para pemuda bersedia membebaskan kedua tokoh itu dengan syarat proklamasi harus segera diumumkan tanpa bantuan Jepang.

Bonnie Triyana, seorang sejarawan sekaligus Pemimpin Redaksi majalah Historia, menilai peristiwa penculikan Rengasdengklok ini sebagai suatu kelokan dalam sejarah Indonesia.

"Kalau mereka tidak diculik mungkin mereka hadir di sidang PPKI dan membacakan kemerdekaan. Tapi akan sangat lain maknanya kalau kita lihat secara kontrafakta apa yang terjadi pada Sukarno Hatta dan apa yang terjadi pada bangsa Indonesia apabila mereka tidak diculik. Ya mereka tanggal 16 Agustus pagi memimpin sidang PPKI dan Bung Hatta sudah menyiapkan naskah pidato kemerdekaan yang akan dibagi-bagikan kepada anggota PPKI," paparnya.

Halaman
1234
Editor: Aqwamit Torik
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved