Virus Corona di Lumajang

Kabupaten Lumajang Masuk Zona Oranye, Sekolah Luar Biasa Gelar Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Penerapan uji coba pembelajaran tatap muka sudah mulai dilakukan di Kabupaten Lumajang, Selasa (18/8/2020).

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/TONY HERMAWAN
Murid dan Guru SMALB Bhakti Wanita Lumajang saat mengikuti proses pembelajaran tatap muka di sekolah, Selasa (18/8/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Penerapan uji coba pembelajaran tatap muka sudah mulai dilakukan di Kabupaten Lumajang, Selasa (18/8/2020).

Ada tiga sekolah yang menjadi uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Lumajang.

Yaitu SMA Senduro, kedua SMK Senduro, terakhir Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) Bhakti Wanita.

Berlangsungnya uji coba pembelajaran di SMALB Bhakti Wanita, para murid dan guru terlihat kompak memakai masker dan face shield untuk menghindari penularan virus corona.

Wilayah Mojokerto Masuk Zona Oranye Covid-19, 3 Sekolah Lakukan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

GEGER Ular Sanca Kembang 4 Meter di Kebun Tebu Bikin Resah Warga Madiun, Ditangkap & Dibawa ke BPBD

Ramalan Zodiak Cinta Rabu 19 Agustus 2020, Pisces Pertemuan Romantis, Asmara Cancer Bercampur Mimpi

Kepala SMALB Bhakti Wanita Lumajang Roby Dian Darmawan mengatakan, seluruh murid dan guru yang mengikuti proses pembelajaran tatap muka telah menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat. 

 "Satu-persatu semua (murid dan guru) ketika masuk sekolah dicek suhu badannya, cuci tangan dan menggunakan masker serta face shield," kata Roby, Selasa (18/8/2020).

 Tak hanya itu, jika sebelumnya pembelajaran bisa diikuti seluruh siswa, kini setiap kelas hanya bisa diisi 3 orang.

 "Biasanya satu kelas diisi enam sampai sembilan murid, kali ini hanya 3 saja. Jarak juga diatur sekitar satu meteran. Antara murid-murid dengan guru-guru sangat mengurangi kontak langsung agar tidak sering bersentuhan,” ujarnya.

 Selain itu, jadwal masuk sekolah seluruh murid juga diatur. Dalam seminggu satu murid hanya bisa mengikuti proses pembelajaran tatap muka sekali. 

Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H, Simak Bacaan Lafal Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun

Jadwal Acara TV Rabu 19 Agustus 2020, Ada Mata Najwa, Film Sniper: Ghost Shooter hingga Film Aladdin

Kebakaran Melanda Rumah Kios di Ponorogo, Petaka Bermula dari Korsleting Listrik, Rugi Rp 300 Juta

 "Jadi, setiap hari mereka dijadwal secara bergantian. Hari ini sebelas murid yang masuk, hari berikutnya sebelas murid  lainnya," jelasnya.

Roby menambahkan, meski Kabupaten Lumajang merupakan zona oranye namun protokol kesehatan harus tetap diutamakan. 

 Sebab, menurutnya, jika program pembelajaran tatap muka membuat kasus penularan bertambah, maka program tersebut terancam bisa dihentikan.

 "Kami senang seperti ini. Mangkannya biar program ini berjalan terus protokol kesehatan benar-benar kami ikuti dan ketati. Karena kalau ada kasus penambahan dari sekolah, program ini bisa selesai," imbuhnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved