Breaking News:

Berita Sampang

Cuaca Buruk, Semua Pelayaran Antar-pulau di Kabupaten Sumenep Ditangguhkan Sementara

Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas VI Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menutup sementara waktu seluruh aktivitas pelayaran antar-pulau.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kapal yang bersandar di pelabuhan Kalianget, Sumenep, Madura pada hari Kamis (27/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas VI Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menutup sementara waktu seluruh aktivitas pelayaran antar-pulau.

Keputusan ini demi keselamatan penumpang, menyusul cuaca buruk dan diprediksi kembali normal hingga akhir Agustus 2020.

Kepala KSOP Kelas VI Kalianget, Kabupaten Sumenep, Supriyanto mengatakan, jika pihaknya sudah mengeluarkan pemberitahuan sejak 23 Agustus lalu terkait cuaca ekstrim.

Wacana Pembentukan Provinsi Madura Dibahas, Kabupaten Pamekasan akan Dipusatkan di Kecamatan Waru

BREAKING NEWS - Eks Wali Kota Mojokerto Meninggal Dunia Setelah Positif Covid-19 di Lapas Porong

Pria di Babatan Surabaya Tunjukkan Alat Vitalnya Bila Tak Diberi Uang, Sehari Kantongi Rp 750 Ribu

"Sesuai dengan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) prediksi cuaca (tidak kondusif) hingga akhir Agustus 2020 ini," kata Supriyanto, Kamis (27/8/2020).

Menurut Supriyanto, prediksi ini akurat sehingga tak ada yang dapat dilakukan selain menangguhkan pelayaran demi menghindari hal - hal yang tak diinginkan.

"Bagi kapal - kapal keperintisan dengan GT (Gross Tonnage) yang agak besar, masalah cuaca diprediksi tidak akan terlalu berpengaruh," katanya.

Sesuai prakira BMKG saat ini, ketinggian gelombang di wilayah perairan Sumenep mencapai 3 meter. Ia imbau bagi semua pihak untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di laut dan termasuk bagi nelayan.

"Disamping itu kami akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca di lapangan, seperti apa perkembangannya," katanya.

Untuk diketahui, cuaca ekstrem di perairan Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep Madura merenggut nyawa sebanyak 2 orang korban. Bahkan, satu korban lainnya masih dinyatakan hilang dalam laka laut di Perairan Kepulauan Sapeken pada hari Rabu 26 Agustus 2020.

Peristiwa itu terjadi ketika Kapal Layar Motor (KLM) Obama mengangkut 15 orang berikut nahkoda kapal, dikabarkan tenggelam di perairan Pegerungan setelah dihantam ombak sekira pukul 09.15 WIB.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved