Virus Corona di Banyuwangi

Klaster Covid-19 Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi Jadi Perhatian Serius Kemenkes

Kementerian Kesehatan melakukan supervisi terhadap penanganan klaster Pondok Pesantren Darussalam Blokagung tersebut.

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Kemenkes RI dan Satgas Covid 19 Banyuwangi koordinasi tangani klaster pondok pesantren, Jumat (28/8/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, BANYUWANGI - Jumlah santri Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Kabupaten Banyuwangi yang terpapar virus corona Covid-19 menjadi perhatian serius.

Kementerian Kesehatan melakukan supervisi terhadap penanganan klaster Pondok Pesantren Darussalam Blokagung tersebut.

"Ini butuh penanganan luar biasa karena ini bukan kasus biasa," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Jumat (28/8/2020)

Santri Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi yang Positif Virus Corona Covid-19 Capai 110 Orang

100 Santri Ponpes Darussalam Blokagung Positif Covif-19, Pemkab Banyuwangi Waspadai Transmisi Lokal

Warga yang Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Dapat Santunan Kematian Rp 15 Juta, Ini Syaratnya

"Butuh penanganan dari orang-orang dengan trek record yang baik," sambung dia.

Abdullah Azwar Anas mengatakan, tim medis dari Kemenkes adalah mereka yang telah berpengalaman dalam menangani pasien Covid-19 di Wisma Atlet.

Dengan kedatangan tim medis dari Kemenkes, diharapkan para santri yang terpapar virus corona Covid-19 kembali pulih.

Sebelumnya, Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Kabupaten Banyuwangi menjadi klaster baru penyebaran virus corona.

Itu setelah ditemukan sejumlah santri yang terpapar virus corona.

Terbaru, jumlah santri Pondok Pesantren Darussalam Blokagung yang terpaapr berjumlah 199 orang,

Budi Hidayat, Sektetaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes mengatakan, dalam penanganan klaster ponpes ini sudah satu persepsi dengan Bupati Banyuwangi.

Mobil Jeep Gunung Bromo Terapkan Physical Distancing, Diberi Sekat antara Pengemudi dan Penumpang

Ending Kasus Pedofilia asal Lamongan, 6 Siswa SMP Jadi Korban hingga Hukuman Penjara Belasan Tahun

"Kita sudah satu persepsi. Ini masalah kita bersama. Kita bisa tangani dengan tepat, cepat, dan komprehensif," kata Budi.

Budi mengatakan telah menyiapkan tim kesehatan. Tim tersebut merupakan tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, epdimologo, sanitarian, entomoloog, ahli gizi, dan psikolog.

"Kami akan melakukan karantina dan tangani secara komprehensif," kata Budi.

Selain karantina menurut Budi, tim akan lakukan swab pada seluruh santri. Tim kesehatan telah menyiapkan 6000 alat PCR untuk lakukan swab, yang nantinya akan dikirimkan ke Jakarta dan Surabaya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved