Virus Corona di Mojokerto

Kadindik Mojokerto Minta Pembelajaran Tatap Muka Ditinjau Ulang, Kondisi Covid-19 Masih Fluktuatif

Dinas Pendidikan Kota Mojokerto meminta agar uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah jenjang SMA negeri di Kota Mojokerto ditinjau ulang.

TRIBUNMADURA.COM/SAMSUL HADI
Ilustrasi - siswa sekolah mengikuti uji coba belajar tatap muka di SMAN 1 Kota Blitar, Selasa (18/8/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Dinas Pendidikan Kota Mojokerto meminta agar uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah jenjang SMA negeri di Kota Mojokerto ditinjau ulang.

Hal itu karena kondisi pandemi virus corona masih fluktuatif.

Kadindik Kota Mojokerto, Amin Wachid menjelaskan, sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan, ada tiga sekolah jenjang SMA negeri pada masing-masing kota/kabupaten yang ditunjuk untuk menggelar uji coba pembelajaran tatap muka.

Rayuan Maut Polisi Gadungan di Lamongan Ngajak Siswi SMP 2 Kali Berhubungan Badan, FB Jadi Pemicu

Jangan Ketinggalan, Pendaftaran Program Kartu Pra Kerja Gelombang 6 Ditutup Hari Ini Pukul 12.00 WIB

Oscar Lawalata Putuskan Jadi Perempuan Seutuhnya, Terkuak Makna dari Nama Baru Asha Smara Darra

Ada tiga sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di Kota Mojokerto, yaitu SMAN 2, SMAN 1, dan SMA Taman Siswa Kota Mojokerto.

"Kami sudah berkomunikasi dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Mojokerto dan Kepala Sekolah SMAN 1 dan SMAN 2 Kota Mojokerto, kami menyampaikan bahwa uji coba masuk kelas klasikal tingkat SMA agar berkenan ditinjau ulang dikarenakan kondisi epidemiologi Covid-19 di Kota Mojokerto yang masih fluktuatif," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (30/8/2020).

Amin Wachid mengatakan, peninjauan ulang itu harus dilakukan atas dasar berbagai pertimbangan lantaran Kota Mojokerto masih zona oranye dan belum ada izin tertulis dari ketua gugus tugas terkait pelaksanaan pembelajaran klasikal. Kemudian, kebijakan pemerintah pusat mengenai paket data untuk guru dan siswa digunakan pembelajaran online atau selama pandemi

Apalagi, lanjut dia, hasil rapid test massal kurang lebih sekitar 24 guru dan tenaga kependidikan reaktif Covid-19 dan salah satunya adalah di sekolah SMA negeri Kota Mojokerto.

"Kita sudah berupaya mengingatkan jangan sampai terjadi sesuatu karena yang menjadi korban adalah siswa sehingga kami meminta pembelajaran tatap muka jenjang sekolah SMA di Kota Mojokerto agar ditinjau ulang untuk dihentikan," ucap dia.

Menurut dia, uji coba pembelajaran tatap muka di SMA negeri di Kota Mojokerto tetap berjalan.

Siswa tidak mengenakan seragam sekolah atau berpakaian bebas rapi saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka selama tiga jam tanpa istirahat.

Kehadiran siswa dibatasi maksimal 25 persen dari jumlah seluruh peserta didik di satu sekolah.

Pertama Kali Kolaborasi dengan BLACKPINK di Lagu ‘Ice Cream,’ Begini Perasaan Selena Gomez

Jadwal TV Hari Senin 31 Agustus 2020 TRANS 7 Trans TV MNC TV Indosiar GTV, Ada Film Now You See Me

Mobil KIA Pregio Terbakar di Jalan Tol Pandaan-Malang, 9 Penumpang Berhasil Menyelamatkan Diri

"Namun dalam pelaksanaannya dan realita di lapangan uji coba pembelajaran tatap muka jenjang SMA di sekolah Kota Mojokerto itu jarak siswa terlalu dekat sehingga mengabaikan protokol kesehatan. Semoga ini dapat menjadi evaluasi ke depannya," jelasnya.

Ditambahkannya, pada klausul dalam kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah jenjang SMA itu pelaksanaannya juga berkoordinasi dengan kepala daerah yang bersangkutan yaitu bupati/wali kota di wilayah tersebut.

"Dalam kebijakan itu ada menyebutkan penerapannya agar berkoordinasi dengan bupati/wali kota yang sekaligus selaku ketua tim gugus tugas mengingatkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved