Virus Corona di Ponorogo

Masuk Zona Kuning Covid-19, Ponorogo Siap Gelar Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di SD dan SMP

Penerapan pembelajaran tatap muka di tingkat SD dan SMP dilakukan setelah Kabupaten Ponorogo menyandang status zona kuning Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Uji coba pembelajaran tatap muka di SMK PGRI 2 Ponorogo, Agustus 2020. 

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Pemerintah Kabupaten Ponorogo siap menerapkan pembelajaran tatap muka di tingkat SD dan SMP di tengah pandemi Covid-19.

Penerapan pembelajaran tatap muka di tingkat SD dan SMP dilakukan setelah Kabupaten Ponorogo menyandang status zona kuning Covid-19 atau risiko penularan rendah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Endang Retno Wulandari mengatakan, pihaknya sudah mengajukan surat permohonan izin ke Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni untuk membuka pembelajaran tatap muka.

Belajar dari Covid-19, Musim Depan Arema FC Hapus Metode Down Payment atau Uang Muka Kontrak Pemain

HUT Polwan ke-72, Ketua Bhayangkari Polres Pamekasan Berharap Polwan Indonesia Bisa Lebih Tangguh

5 Kecamatan di Trenggalek Masuk Zona Hijau dan Zona Kuning, 20 SMP Segera Pembelajaran Tatap Muka

"Selain izin dari bupati, harus ada izin dari orang tua siswa, dan juga kesiapan lembaga sekolah untuk melaksanakan protokol Covid-19," ucap Endang Retno Wulandari, Selasa (1/9/2020).

Keberanian untuk membuka kembali pembelajaran tatap muka di SMP dan SD ini didasari dari percobaan pembelajaran tatap muka yang diselenggarakan di tingkat SMK dan SMA terlebih dahulu.

"Di SMA dan SMK progesnya tidak ada masalah, semuanya berjalan lancar," lanjutnya.

Nantinya, di setiap kecamatan dibatasi hanya ada dua SMP dan SD yang diperbolehkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Satu SMP dan SD negeri, serta satu SMP dan SD swasta.

BTS Berada di Puncak HOT 100 Billboard Lewat Lagu Dynamite, Presiden Moon Jae-in Beri Pesan Manis

BREAKING NEWS Masa Tanggap Darurat Covid-19 Tulungagung Diperpanjang, Pasien Positif Terus Bertambah

Pedagang Daging Ayam di Pasar Nglames Madiun Positif Covid-19, Punya Riwayat Penyakit Paru-paru

"Kecuali di kota nanti akan ditentukan beberapa saja, walaupun saya yakin kalau kota telah siap semuanya," lanjutnya.

Selain jumlah sekolah, jumlah siswa yang masuk juga dibatasi.

Walaupun pada daerah zona kuning jumlah siswa yang diperbolehkan masuk adalah 50 persen, nantinya percobaan di SMP dan SD hanya ada 30 persen siswa yang masuk dari jumlah normal.

"Kita juga sudah melakukan koordinasi juga dengan camat. Kita minta untuk membantu satgas kecamatan bersama-sama melakukan verifikasi kesiapan pelaksanaan protokol kesehatan pada sekolah yang ditunjuk," kata Endang Retno Wulandari.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved