Berita Probolinggo
Pariwisata Indonesia Diprediksi Segera Pulih, Pengelola Diminta Dongkrak Rasa Percaya Wisatawan
Sektor Pariwisata Indonesia diprediksi akan kembali normal dalam dua tahun ke depan.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, PROBOLINGGO - Pariwisata Indonesia diprediksi kembali normal dalam dua tahun ke depan.
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kurleni Ukar saat menghadiri Kampanye gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) di Lautan Pasir Bromo Tengger Semeru, Minggu (6/9/2020).
"Jadi dari lembaga-lembaga internasional itu memprediksi pariwisata pulih dalam dua tahun ke depan," kata Kurleni Ukar.
• Wisata Gunung Bromo Sepi Pengunjung pada Hari Pertama Kembali Dibuka, Tak Ada Batasan Jam Kunjung
"Memang tidak bisa pulih secepat itu, dua tahun ke depan artinya berarti 2023, kecuali vaksin sudah ada dan pandemi benar-benar sudah bisa diatasi," sambung dia.
Oleh sebab itu, ia berpesan kepada warga sekitaran Tengger, Bromo untuk benar-benar menerapkan 3 protokol kesehatan.
Hal itu dilakukan agar para wisatawan bisa percaya bahwa tempat wisata telah aman dari penyebaran virus corona.
"Kita kan memasuki adaptasi kebiasaan baru jadi kita harus siap pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak," kata dia.
"Karena hanya ini yang bisa mendongkrak rasa kepercayaan kembali para wisatawan," ucapnya.
Perlu diketahui kampanye BISA ini telah serentak diadakan di 38 kabupaten tempat wisata di Indonesia.
Acara ini diharapkan bisa meningkatkan kebersihan di destinasi wisata.
Sebab penilaian kebersihan dan kesehatan di Indonesia masih rangking 102 dari 140 negara.
"Jadi selain aksi untuk membantu pelaku ekonomi pariwisata tapi semoga rangking yang jelek sekali ini semoga lebih baik baik lagi sebelum ada Covid-19," ujarnya.
Sementara pelaksanaan hari kedua, gerakan BISA di Bromo kembali melakukan aksi bersih-bersih.
Kemenparekraf dan masyarakat sekitar mengumpulkan sampah-sampah botol plastik atau bungkus makanan yang berserekan di Lautan Pasir Bromo Tengger Semeru.
Kurleni pun berpesan menjaga higienis tempat wisata tidak berhenti saat gerakan BISA berlangsung. Melainkan bisa berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
"Harapannya ini tidak hanya dilakukan saat ada acara dilaksanakan tetapi protokol kesehatan bisa benar-benar diterapkan kehidupan setiap hari, biar wisatawan yang lihat bisa merasa aman dan nyaman," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/kurleni-ukar.jpg)