Breaking News:

Berita Sidoarjo

Sidang Kasus Dugaan Suap, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Kukuh Sebut Uang untuk Deltras Bukan Suap

Kemudian saya tanya lainnya untuk apa kok banyak, pak Gopur mengatakan untuk dana Deltras, ya saya sarankan untuk diserahkan langsung ke sana

Penulis: M Taufik | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/M TAUFIK
Bupati Sidoarjo nonaktif, Saiful Ilah saat menjalani sidang dugaan kasus suap 

Ditemui usai sidang, Saiful Ilah menegaskan bahwa dirinya konsisten dengan keterangannya mulai awal hingga sidang terakhir.

“Semuanya sudah terbuka.

Saya dengan jujur menjawab dari awal sampai akhir.

Ke depannya yang menilai hakim, saya tidak bicara banyak pasrah dan pasrah dengan hakim,” jawab Saiful.

Sedangkan Samsul Huda, ketua tim penasehat hukum terdakwa menganggap bahwa apa yang dituduhkan JPU bahwa OTT itu terbantahkan. 

“Dari keterangan ahli sebelumnya, bahwa harus ada meeting of mind di mana orang yang disuap atau pemberi suap harus ada persesuaian kehendak.

Di kasus ini, ada orang yang mau memberi tetapi yang diberi tidak tahu. Jadi OTT ini prematur,” katanya.

Sementara menurut jaksa KPK Arif Suhermanto, terdakwa punya hak ingkar.

“Yang bersangkutan boleh saja mengingkari apapun, tapi kami akan menilai keterangan yang bersangkutan jujur apa tidak dalam proses persidangan ini,” tegasnya.

Diungkap Arif, terkait pemberian uang itu, pihaknya beberapa kali memutar rekaman telepon mulai 31 Desember 2019 hingga 7 Januari 2020 ketika OTT.

Itu suatu rangkaian, artinya Ibnu Gopur tidak datang tiba-tiba pada 7 Januari tetapi sebelumnya sudah ada informasi bertemu atau janjian.

"Jadi kami pun tidak terpengaruh oleh keterangan yang bersangkutan. 

Mau berkata jujur atau tidak. Kalau jujur lebih baik, kalau tidak , tidak menjadi  masalah," tambahnya.

Pekan depan, JPU bakal membacakan tuntutan untuk terdakwa Saiful Ilah.(ufi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved