Breaking News:

Berita Lumajang

Cerita Warga Gucialit Lumajang Hadapi Kekeringan, Akrab dengan Krisis Air Bersih saat Musim Kemarau

Ada enam kecamatan di Kabupaten Lumajang yang menjadi langganan kekeringan saat memasuki musim kemarau.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/Tony Hermawan
Suwardi, warga Gucialit, Lumajang, Selasa (8/9/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Sedikitnya ada enam kecamatan di Kabupaten Lumajang yang berpotensi mengalami krisis air bersih saat musim kemarau.

Keenam kecamatan itu di antaranya, Kecamatan Ranuyoso, Gucialit, Kedungjajang, Padang, Klakah, dan Randuagung.

Wilayah itu memang akrab sebagai 'langganan' kekeringan saat memasuki musim kemarau.

Wilayah Terdampak Kekeringan di Pamekasan Diklaim Makin Berkurang, Bantuan Air Bersih Mulai Dikirim

Puluhan Desa di Bangkalan Terdampak Kekeringan, Pemkab Mulai Kerahkan Truk Tangki Air Bersih

Warga Murka Wilayah Tempat Tinggalnya Jadi Arena Judi Sabung Ayam, Labrak Pelaku dan Beri Peringatan

Warga Kecamatan Gucialit, Suwardi mengaku, sudah akrab dengan kondisi kekeringan sejak dirinya masih kecil.

"Semasa hidup sudah sulit air," kata Suwardi, Kamis (3/9/2020).

Kata Suwardi, jika kemarau sudah melanda, ia harus mengambil air bersih di mata air untuk kebutuhan sehari-hari.

"Ya seminggu 4 kali," ucapnya.

Sejatinya, keenam kecamatan itu merupakan wilayah dataran tinggi di Kabupaten Lumajang.

Lazimnya, dataran tinggi biasanya ketersediaan air melimpah.

Pesta Miras Pemuda Jember Berujung Petaka, Remaja Perempuan Diperkosa 8 Pria secara Bergilir

Sepekan Menggunung, Tumpukan Sampah di Sejumlah Titik Wilayah Perkotaan Pamekasan Diangkut ke TPA

Namun nyatanya, puluhan tahun sudah warga tak bisa menikmati ketersediaan air yang cukup.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved