Breaking News:

Berita Sampang

Pelaku Rudapaksa Bergilir ABG 14 Tahun di Sampang Divonis 8 Tahun Penjara, 5 Pelaku Lain Berkeliaran

Pelaku rudapaksa terhadap anak di bawah umur pada awal tahun 2020 lalu divonis oleh Pengadilan Negeri Kabupaten Sampang 8 tahun penjara.

lxxpx
Ilustrasi rudapaksa 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Salah satu pelaku rudapaksa terhadap anak di bawah umur pada awal tahun 2020 lalu sudah divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sampang, Madura.

Pelaku tersebut merupakan Perdi bin Mata Jesin (20) warga Desa Candi Burung, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Dalam kasusnya, Perdi bin Mata Jesin bersama ke lima rekannya dengan cara bergiliran melakukan rudapaksa anak berusia 14 tahun asal Kabupaten Sampang, pada 8 Januari 2020

Dikhawatirkan Memecah Masyarakat, Laskar Merah Putih Tolak Gerakan KAMI Masuk ke Pamekasan

12 Wilayah di Kabupaten Pamekasan Akan Dilakukan Pemadaman Emergency Sementara, Ini Penyebabnya

Inspektorat Sumenep Tegaskan Sanksi bagi ASN yang Berpolitik Praktis di Pilkada Sumenep 2020

Sehingga, pada 11 Januari 2020 keluarga korban melaporkan ke pihak kepolisian setempat dan Februari 2020 Perdi bin Mata Jesin berhasil diamankan sedangkan, lima rekannya masih berkeliaran.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang, Munarwi mengatakan, bahwa putusan hakim terhadap pelaku persetubuhan bernama Perdi sifatnya sudah inkrah atau mempunyai kekuatan hukum tetap setelah pihak keluarga korban tidak mengajukan keberatan.

Hasilnya, Perdi bin Mata Jesin telah diputus kurungan selama delapan tahun penjara setelah pihaknya menuntutnya selama 11 tahun penjara.

Tuntutan tersebut sebagaimana pasal dakwaannya pasal 81 ayat 1 dan 3 Undang-Undang nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan perundang-undangan nomor 1 tahun 2017 junto pasal 76 d dan e, tentang perlindungan anak.

"Waktu itu pihak keluarga korban menerima dan didampingi penasehat hukum sendiri," ujarnya kepada TribunMadura.com, Rabu (9/9/2020).

Petani Sampang Keluhkan Anjloknya Harga Tembakau hingga 50 Persen di Musim Panen

2 Pria Sumenep Ditangkap Polisi Seusai Transaksi Sabu di Kecamatan Lenteng, Jadi Pengedar & Pemakai

Harga Anjlok, Petani Tembakau di Sampang Madura Keluhkan Susahnya Jual Hasil Panen

Ia menambahkan, saat di persidangan korban menyebutkan malah ada sejumlah pelaku lain berjumlah lima orang.

"Kata korban waktu itu dikeroyok oleh enam orang, termasuk Perdi," pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus yang menyisakan PR bagi Polres Sampang ini berawal dari saling kenal di Media Sosial Facebook dan berlanjut di via WhatsApp pribadi.

Kemudian, korban di ajak oleh Perdi untuk jalan-jalan hingga ke Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan dandi sanalah pelaku beserta rekan-rekannya melakukan perbuatan kejinya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved