Berita Surabaya

Melihat Perkembangan Kasus Gilang Bungkus Fetish Kain Jarik, Kejari Tunggu Keterangan dari Ahli

Melihat perkembangan kasus Gilang bungkus Pplaku fetish kain jarik. Kejari Tanjung Perak Surabaya tinggal menunggu keterangan dari Ahli.

Penulis: Syamsul Arifin | Editor: Elma Gloria Stevani
Kolase/IST/twitter/@yusril_kurzah dan @m_fikris
Gilang, Pelaku fetish kain jarik kini sedang dalam perjalanan ke Surabaya untuk dilakukan penyidikan. 

TRIBUNMADURA.COM - Berkas kasus fetish kain jarik atas nama tersangka Gilang Aprilian Nugraha Pratama kini tak lama lagi akan dinyatakan sempurna atau P21.

Saat ini, Kejari Tanjung Perak yang menangani kasus ini tinggal menunggu keterangan dari Ahli.

Dikatakan Kasubsi Pra Penuntutan Kejari Tanjung Perak, I Gede Willy Pramana, pihaknya tinggal menunggu satu BAP dari ahli untuk segera bisa merampungkan berkas tersebut.

Belum Ada Kejelasan Hubungan, Rizky Billar Tanyakan Perasaan Jujur Lesty Kejora: Kamu Seneng Nggak?

Hotman Paris Mendadak Jual Apartemennya Sampai Disebut Bangkrut: Saya Pengacaranya Prabowo Subianto

Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriah, Polres Pamekasan Gelar Pengajian dan Doa Bersama

"BAP sudah dikerjakan penyidik artinya pekan depan sudah bisa terbit berkas P21 nya," ujar Willy saat dikonfirmasi, Jumat, (11/9/2020).

Bila sudah dinyatakan P21, pihaknya tinggal menunggu pelimpahan tersangka atau tahap II.

Saat disinggung mengenai pasal apa yang akan menjerat Gilang, Willy menjelaskan pasal yang akan menjerat mantan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB Unair) tersebut adalah Pasal 45B atau Pasal 45 ayat 4 UU 19/2016 tentang ITE.

“Untuk sementara ini pasal itu dulu,” lanjutnya.

Bahagia Sudah Menikah, Via Vallen Doakan Nella Kharisma dan Dory Harsa Cepat Dapat Momongan

46 Ribu KPM PKH di Pamekasan akan Terima Bantuan Beras Selama 3 Bulan dari Kemensos, Simak Jadwalnya

Sampaikan Inpres Nomor 6 tahun 2020, Polres Pamekasan Gelar Patroli Gabungan, Sasar Pusat Keramaian

Dengan pasal tersebut, tersangka Gilang bakal diancam hukuman pidana paling lama empat tahun penjara dan denda paling banyak Rp 750 juta.

Diketahui kasus ini bermula dari postingan korban W yang merupakan adik tingkat Gilang. Merasa dilecehkan, kemudian W mengupload screenshoot percakapannya dengan Gilang.

Dengan berkedok penelitian, tersangka yang saat itu duduk di semester 10 FIB Unair itu memerintah W agar mau membungkus tubuhnya serta temannya menggunakan kain jarik.

Setelah tubuh W dan rekannya dibungkus, Gilang menyuruh salah satu dari mereka untuk merekam tubuh yang telah dibungkus tadi menggunakan ponsel.

Ternyata W dan rekannya, baru sadar kalau dirinya menjadi korban pelecehan seksual fetish kain jarik yang membuat Gilang merasa terangsang ketika melihat tubuh seseorang dibalut kain bermotif batik menyerupai pocong.

Setelah viral di media sosial, polisi dari jajaran Polda Jatim dan Polrestabes Kota Surabaya serta Polres Kapuas memburu tersangka Gilang dan berhasil diamankan di kediamannya di Jalan Cilik Riwut, Selat Dalam, Selat Kapuas, Kalimantan Tengah.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved