Breaking News:

Berita Sampang

Dua Ruang Kelas SDN 3 Tambelangan Sampang Nyaris Ambruk, Dinas Pendidikan Belum Memberikan Bantuan

Dua Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur nyaris ambruk.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kondisi Ruang Kegiatan Belajar SD Negeri 3 Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, (12/9/2020) kemarin. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dua bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur nyaris ambruk.

Ruang Kegiatan Belajar (RKB) yang nyaris ambruk ini berdampak besar hingga membuat jumlah siswa selama beberapa tahun terakhir berkurang.

Bagaimana tidak, sejumlah wali murid khawatir jika bangunan mendadak ambruk dan mengenai putra-putrinya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah SDN 3 Tambelangan Sampang, Sri Handayani, bahwa berkurangnya siswa sejak empat tahun silam.

Profil dan Biodata Tiara Andini, Penyanyi yang Pernah Ikut Fashion Carnival dan Jadi Wedding Singer

Remaja Tak Pakai Masker Ribut dengan Petugas di Kota Madiun, Videonya Sampai Viral di Media Sosial

Covid-19 di Nganjuk Makin Menggila, Warga Terkonfirmasi Positif 363 Orang, Ada Anak Usia 10 Tahun

Kondisi Ruang Kegiatan Belajar SD Negeri 3 Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, (12/9/2020) kemarin.
Kondisi Ruang Kegiatan Belajar SD Negeri 3 Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, (12/9/2020) kemarin. (TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA)

Profil dan Biodata Anthony Xie, Aktor Tampan yang Nikahi Audi Marissa, Ternyata Lahir di Surabaya

Intip Momen Pernikahan Audi Marissa dan Anthony Xie, Sang Presenter Pakai Gaun Putih Bak Drama Korea

BREAKING NEWS - Satu Pemain Persik Kediri Positif Covid-19, Kompetisi Berpotensi Jadi Klaster Corona

"Berkurangnya murid ada beberapa faktor seperti angka kelahiran, banyaknya lembaga sekolah, dan kondisi ruang sekolah rentan ambruk sehingga para orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah lain," ujarnya kepada TribunMadura.com, Minggu (13/9/2020).

Kendati demikian, sejak dua tahun yang lalu, jumlah murid di sekolahnya mulai bertambah karena, upaya para guru melakukan pengecetan secara gotong royong di sebagian gedung sekolah untuk memikat minat wali murid.

"Berkurangnya murid sejak empat tahun yang lalu dan dua tahun terakhir mulai naik dari 85 ke 89 dan terkahir 101 jumlah siswa keseluruhan," tuturnya.

"Sebelum ada penurunan, jumlah siswa keseluruhan biasanya seratus lebih," imbuhnya.

Sementara, saat disinggung kondisi dua Ruang Kegiatan Belajar yang hingga kini belum diperbaiki tersebut, Sri Handayani mengaku selama ini tidak ada bantuan dari dinas terkait seperti, bantuan sarana prasarana.

Halaman
12
Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved