Breaking News:

Ibu Siksa Anak Hingga Tewas Karena Susah Diajari Tugas Belajar Online, Kuburan Baru Bikin Curiga

Seorang ibu yang menganiaya anaknya sendiri saat belajar online. Sang anak meninggal dunia saat menghadapi siksaan ibunya.

Editor: Aqwamit Torik
Istimewa dan Freepik
Kepolisian dan warga Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten melakukan pengangkatan jenazah yang diduga korban pembunuhan, Sabtu (12/9/2020) dan ilustrasi belajar 

TRIBUNMADURA.COM - Masa pandemi memaksa banyak orang untuk melakukan pembelajaran secara online dan belajar di rumah.

Namun, terkadang orang tua tidak sabar saat dihadapkan mengajar anaknya sendiri.

Seperti yang dilakukan oleh seorang ibu yang menganiaya anaknya sendiri saat belajar online.

Sang anak meninggal dunia saat menghadapi siksaan ibunya.

Polisi ungkap fakta baru soal pembunuhan anak 8 tahun di Lebak, Banten.

Katalog Promo Alfamart Rabu 16 September 2020, Diskon Daia Rp 27.900 dan Minyak Goreng 2L Rp 24.700

Suami Antarkan Istri Layani Bookingan Pelanggan, Usai Berhubungan Istri Ditemukan Tewas, ada Tanda

Simak Cara Mudah untuk Mengecek Data Penerima Bansos atau BST, Bisa Lewat Online atau Aplikasi

Seorang ibu, berusia 26 tahun tega membunuh anaknya.

LH mengaku kesal karena anaknya susah diajari saat sedang belajar online di rumah.

Pada penyidik, LH mengaku menganiaya anaknya hingga tewas.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lebak AKP David Adhi Kusuma mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada 26 Agustus 2020 lalu, di rumah kontrakan di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

Pengakuan tersangka mengungkap jika LH dan suaminya IS (27) nekat membunuh anaknya.

Pasangan suami istri ini juga mengubur korban dengan pakaian lengkap di Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten.

"Kami dalami mereka, khususnya kepada almarhum yang merupakan anak kandungnya sendiri dia merasa kesal, merasa anaknya ini susah diajarkan, susah dikasih tahu, sehingga kesal dan gelap mata," kata David seperti dikutip dari Kompas.com di Polres Lebak, Rangkasbitung, Senin (14/9/2020).

David mengatakan, saat itu anaknya tengah belajar online mengerjakan tugas sekolah.

Korban saat ini duduk di bangku sekolah dasar kelas 1.

LH yang merasa kesal kemudian mulai melakukan serentetan penganiayaan, seperti mencubit, memukul dengan tangan kosong hingga menggunakan gagang sapu.

Akibat penganiayaan tersebut, korban sempat tersungkur dan lemas.

Namun, LH tidak berhenti, malah memukul korban di kepala bagian belakang sebanyak tiga kali.

Sang suami yang mengetahui penganiayaan tersebut sempat marah kepada LH.

Namun, keduanya lantas berinsiatif membawa LH yang dalam kondisi lemas ke luar.

"Dibawa keluar cari udara segar, anak ini kan sesak napas, harapannya bisa baikan, tapi saat dalam perjalanan meninggal dunia," kata David.

Keduanya kemudian membawa korban ke Banten sebagai upaya menghilangkan jejak.

Jenazah korban kemudian dimakamkan di TPU Gunung Kendeng, Kecamatan Cijaku, Lebak.

Korban dikubur dengan pakaian lengkap.

Aksi jahat pelaku kemudian terungkap dua pekan kemudian, yakni pada Sabtu (12/9/2020).

Saat itu, warga membongkar makam yang mencurigakan.

Makam digali setelah muncul kecurigaan, lantaran tidak ada warga meninggal yang dimakamkan di TPU Gunung Keneng dalam beberapa pekan terakhir.

Saat penggalian mencapai setengah lubang, muncul anggota tubuh manusia dengan pakaian masih utuh.

Hal ini membuat heboh masyarakat setempat.

Polisi kemudian bergerak cepat dan menangkap kedua pelaku di Jakarta.

Cek Sekarang! Subsidi Gaji BLT BPJS Ketenagakerjaan Tahap 3 Sudah Cair Hari Ini Setelah Tertunda

Selain di PUBG, Senjata Uzi Banyak Digunakan Agen Rahasia di Dunia Nyata, Ciri Khasnya Jadi Alasan

Isu Keretakan Rumah Tangga Rizki dan Nadya, Arie Untung Singgung Pertahankan Pernikahan: Kita Doakan

Warga Curiga Muncul Makam Misterus

Warga sekitar TPU Gunung Keneng, Banteng digegerkan dengan kemunculan makam misterius.

Menurut warga, beberapa minggu terakhir tak ada yang meninggal dunia dan dikuburkan di pemakaman tersebut.

Tak pelak, kecurigaan warga pun menyeruak dan memutuskan untuk menggali makam aneh tersebut.

Disaksikan oleh Polsek Lebak, penggalian makam pun dilakukan.

Betapa terkejutnya warga, tatkala penggalian makam baru berlangsung setengah, terlihat kaki jasad bocah muncul.

Bahkan, jasad tersebut masih utuh dengan pakaiannya.

Polisi meyakini, mayat bocah tak berdosa itu merupakan korban pembunuhan.

"Awalnya berdasarkan laporan masyarakat setempat, akhirnya kita bongkar sama-sama, baru digali setengah kelihatan kakinya," kata Zaenudin dikutip TribunMataram.com ( TribunMadura.com network ) dari Kompas.com, Minggu (13/9/2020).

Kepolisian dan warga Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten melakukan pengangkatan jenazah yang diduga korban pembunuhan, Sabtu (12/9/2020).
Kepolisian dan warga Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten melakukan pengangkatan jenazah yang diduga korban pembunuhan, Sabtu (12/9/2020). ( Istimewa)

Selanjutnya, penggalian dilanjutkan Tim Identifikasi Polres Lebak.

Kemudian jenazah pun dievakuasi lalu dibawa ke RSUD dr Adjidarmo untuk forensik.

Zaenudin menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan, identitas jenazah sulit diidentifikasi lantaran sudah rusak.

Namun begitu, dari ciri-cirinya diketahui jika korban berjenis kelamin perempuan berusia kira-kira 8 tahun.

Adapun ciri lainnya menggunakan baju berwarna oranye lengan panjang putih merek Hoya, celana panjang hitam, kerudung hijau motif bunga.

Korban memiliki rambut hitam sebahu dengan tinggi badan 117 cm.

Zaenudin menyebut jika bahwa bocah perempuan itu diduga korban pembunuhan.

Saat ini, pihaknya masih mendalami terkait penemuan mayat tersebut.

"Dugaan sementara korban pembunuhan," kata Zaenudin.

Pihak kepolisian hingga saat ini tengah melakukan pengembangan dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kasus tersebut. (TribunMataram.com/ Asytari Fauziah/ Salma Fenty) (Kompas.com/ Kontributor Banten, Acep Nazmudin)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunmataram.com dengan judul Ibu Tega Aniaya Anak karena Susah Diajari Hingga Meninggal, Langsung Dikubur dengan Baju Lengkap

Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved