Breaking News:

Berita Bangkalan

Tak Mau Menyapu, 11 Pelanggar Protokol Kesehatan di Bangkalan Lebih Memilih Bayar Denda Rp 50 Ribu

Satgas Kabupaten Bangkalan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan di depan Kantor Pajak Pratama Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (16/9/2020).

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Warga pelanggar protokol kesehatan menjalankan sanksi sosial dengan menyapu fasilitas umum di kawasan kuliner Pumara Bangkalan, Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (16/9/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Tim Satuan Tugas (Satgas) Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 Kabupaten Bangkalan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan di depan Kantor Pajak Pratama Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (16/9/2020).

Sasaran operasi yang dipimpin langsung Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra dan Dandim 0829 Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo adalah masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

Hasilnya, sebanyak 20 masyarakat terjaring. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 pelanggar lebih memilih dengan membayar denda senilai Rp 50 ribu.

Jawa Timur Peringkat Kedua Kasus Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba, Bupati Pamekasan: Saya Kaget

Isu Keretakan Rumah Tangga Rizki dan Nadya, Arie Untung Singgung Pertahankan Pernikahan: Kita Doakan

Satu Napi Kasus Narkoba Meninggal di Dalam Lapas Kelas IIB Blitar, Punya Riwayat Penyakit Diabetes

Sedangkan sembilan pelanggar lainnya memilih untuk menjalankan sanksi sosial, berupa menyapu fasilitas umum (fasum) di sekitar kawasan kuliner Pusat Makanan Rakyat (Pumara).

Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Bahrudi mengungkapkan, sanksi sosial menyapu fasum diperuntukkan para pelanggar yang tidak membawa masker.

Bagi yang membawa masker namun tidak dipakai, lanjutnya, dilakukan tindakan push up.

"Kami tawarkan sanksi sosial apa membayar denda? Sebanyak 11 pelanggar memilih bayar denda Rp 50 ribu," ungkap Bahrudi.

Ia menjelaskan, para pelanggar dikenakan Pasal 49 ayat 6 huruf a Jo pasal 27A, Jo Pasal 27B, Jo Pasal 27C, Jo Pasal 20A Perda Tahun 2020 perda Provinsi Jawa Timur tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

"Operasi ini berlangsung sekitar 1,5 jam, mulai pukul 10.00 WIB. Kami menerapkan sidang di tempat," jelasnya.

Tim Satgas Inpres 06 merupakan gabungan personel TNI/Polri, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan.

Tim ini dibentuk sebagai implementasi dari Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyebaran Covid-19.

BREAKING NEWS Kasus Corona Menggila, Desa Karanggebang dan Desa Kutu Kulon Ponorogo Lakukan Lockdown

Belum Tuntas Renegosiasi Kontrak Persebaya dengan David Da Silva, Candra Wahyudi: Saya Optimis

Pilih Recovery Ringan, Aji Santoso Berharap Chemistry Antar Pemain Persebaya Surabaya Semakin Bagus

Perkembangan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan dalam 5 hari, terhitung 11-15 September 2020 menunjukkan angka mengkhawatirkan.

Update Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan selama periode itu mencatat tambahan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 20 orang.

Total hingga Selasa (15/9/2020) malam, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Bangkalan menyentuh angka 483 orang. Sedangkan pasien sembuh mencapai 335 orang.

Dari 18 kecamatan yang ada, Kecamatan Socah menjadi satu-satunya kawasan zona merah. Sedangkan 12 kecamatan berstatus zona orange dan 5 kecamatan berstatus zona kuning.

"Ini salah satu upaya menekan penyebaran Covid-19. Kami akan terus menggelar Operasi Yustisi di lokasi berbeda," pungkasnya.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved