Breaking News:

Tragedi Kelam G30S PKI, Soekarno Ditawari Dukung Manuver PKI, Jawaban Tegas Jadi Pukulan Telak PKI

Presiden Soekarno belum mengetahui adanya gerakan yang menculik para jenderal yang dituding sebagai dewan Jenderal ini.

Istimewa
Ir Soekarno 

TRIBUNMADURA.COM - Tragedi kelam Gerakan 30 September atau G30S menjadi sejarah di Indonesia.

Saat itu tragedi yang disebut pemberontakan PKI pecah.

Presiden Soekarno yang saat itu menjabat juga sempat ditawari untuk mendukung manuver dari PKI.

Tapi jawaban tegas Soekarno malah membuat PKI berhasil ditumpas. 

Keberadaan Presiden Soekarno saat malam tragedi G30S PKI sempat jadi tanda tanya.

Sang Presiden disebut jadi sosok yang tidak masuk dalam daftar penculikan para Jenderal pada malam kelam tersebut. 

Suami Antar Istri Layani Pria Lain, Usai Berhubungan Istri Ditemukan Tewas, ini Dugaan Kematiannya

Katalog Promo Alfamart Rabu 16 September 2020, Diskon Daia Rp 27.900 dan Minyak Goreng 2L Rp 24.700

Ikan Hiu Makan Tomat, Usai Viral di Instagram dan Twitter Odading Mang Oleh Kini Diserbu Pembeli

Di malam peristiwa penculikan para jenderal oleh Gerakan 30 September, Presiden Soekarno diketahui sedang bersama istrinya Ratna Sari Dewi.

Ternyata, Presiden Soekarno belum mengetahui adanya gerakan yang menculik para jenderal yang dituding sebagai dewan Jenderal ini.

Pada 1 Oktober 1965 pagi, Presiden Soekarno (Bung Karno) yang sedang berada di rumah Ratna Sari Dewi Sukarno, Wisma Yaso (sekarang Museum Satria Mandala), Jakarta pada pukul 06.30 WIB sudah siap memasuki mobil dinas untuk menuju ke Istana Merdeka.

Para personel pengawal Presiden yang dikomandani Kompol Mangil pun sudah bersiap melakukan pengawalan.

Halaman
1234
Editor: Aqwamit Torik
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved