Breaking News:

Berita Bondowoso

Fragmen Porselen yang Ditemukan Pria Bondowoso saat Gali Sumur Diduga Peninggalan dari Dinasti Yuan

Salah seorang warga Desa Alas Sumur Kecamatan Pujer Bondowoso, Abdul Ghani, menemukan dua fragmen porselen/keramik dan kerangka tulang.

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/DANENDRA KUSUMA
lokasi sumur yang digali Abdul Ghani untuk mencari sumber air berada tepat di samping kanan rumah di Bondowoso, Rabu (16/9). 

TRIBUNMADURA.COM, BONDOWOSO - Salah seorang warga Desa Alas Sumur Kecamatan Pujer Bondowoso, Abdul Ghani, menemukan struktur bata kuno saat menggali sumur di dekat rumahnya.

Bersamaan dengan itu, ia juga menemukan dua fragmen porselen/keramik.

Abdul Ghani mengatakan, bahwa ia mencari mata air persis di samping rumahnya.

Namun di kedalaman 5 meter, ia menemukan benda-benda kuno.

Yakni berupa struktur bata, dua pecahan keramik, satu mangkok keramik utuh dan tulang.

Terkait penemuan ini, Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, pihaknya mengidentifikasi  fragmen porselen kalsedon hijau berasal dari Dinasti Yuan antara abad ke 13-14. 

Benda Kuno yang Ditemukan Abdul Ghani di Dalam Sumur Kemungkinan Peninggalan Kerajaan Majapahit

Sudah Dapat Peringatan, Abdul Ghani Tetap Nekat Gali Sumur, Temukan Benda Kuno dan Kerangka Tulang

Sumenep Mengaji, Ratusan Guru Ngaji di Pragaan Deklarasi Kemenangan Achmad Fauzi - Dewi Khalifah

Dituntun Mimpi, Abdul Ghani Nekat Gali Sumur di Dekat Rumahnya, ada Banyak Benda Kuno Ditemukan

Fragmen porselen putih juga berasal dari Dinasti Yuan awal atau Dinasti Song akhir abad 12-13. Dilihat dari ciri-ciri berat porselen yang ringan, benda ini diproduksi di Donghua, China.

"Untuk mangkok motif titik-titik putih menyerupai awan di cekungannya cenderung modern. Tak ditemukan keramik atau porselen dari Dinasti Ming atau Dinasti Yuan yang berbentuk seperti itu," ungkapnya, Rabu (16/9).

Terkait kerangka tulang yang ditemukan Abdul, lanjut Wicaksono, cenderung tidak dari abad ke-14.  Sebab, temuan sedimennya tak mendukung terjadinya pemfosilan.

"Karena, kami tidak pernah menemukan kerangka dari abad ke-14. Kecuali, kerangka tersebut terfosilkan. Tak mungkin kerangka itu utuh tanpa proses fosil (pengawetan secara alami) terlebih dahulu. Itu mungkin kerangka hewan," pungkasnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved