Breaking News:

Berita Surabaya

Komplotan Penjudi Online di Hotel dan Apartemen Surabaya Digulung Polisi, Raup Rp 80 Juta Per Bulan

Satreskrim Polrestabes Surabaya membekuk 20 penjudi selama hampir dua bulan operasi di Kota Surabaya.

surabaya.tribunnews.com/firman rachmanudin
Polisi menunjukkan tersangka perjudian online dan barang bukti kejahatannya. 

TRIBUNMADURA.COM - Satreskrim Polrestabes Surabaya membekuk 20 penjudi selama hampir dua bulan operasi di Kota Surabaya.

Dua puluh penjudi itu dibekuk dalam waktu dan tempat berbeda.

Di antara dua puluh penjudi itu, ada sepuluh komplotan penjudi yang bermukim di sebuah apartemen di kawasan Kota Surabaya Selatan.

Selain itu mereka juga menginap di sebuah hotel di kawasan Manyar dan Tenggilis Mejoyo.

Komplotan itu adalah Billy Prakarsa, Indra, Johan, Suwandi, Gentar Kondang Sudrajat, Acong Rangga, Achmad Fathoni, Rian Almeica, Ahmad Syuhada, dan Maurice.

Rumah di Ponorogo Dirobohkan Anak Kandung karena Ibunya Belum Bayar Utang, Desa Sudah Mediasi 3 Kali

Sikap Boy William Saat Datangi Kembarannya Andi Si Penjaga Warung, Sang Youtuber: Kamu Keren Bro!

Siapa Sosok Pria yang Tidur di Pangkuan Lesti Kejora dan Dipanggil Sayang? Fans Rizky Billar Kaget

Mereka berasal dari wilayah Surabaya, Sumatera dan Kalimantan.

"Judi yang dilakukan adalah jenis Baccarat online. Mereka memanfaatkan sistem bonus hunter dengan merekrut banyak anggota untuk memasang taruhan dalam situs judi online," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya,Kompol Latief Wahyudin, Selasa (22/9/2020).

Dalam perjudian yang sudah digeluti oleh komplotan penjudi sejak Januari 2020, mereka berhasil meraup untung sebesar 80 hingga 90 juta perbulannya.

Selain sepuluh orang itu,polisi juga meringkus Dwi Susanto, Harianto, Nur Ahmad, Udi Utomo, M Kusni , Sunariadi, M Akib, M Jafar, Antonius Lewang dan Bambang.

Terungkap! Ternyata Betrand Peto Pernah Pacaran dengan Gadis Bernama Amel: Dulu Dekat sama Onyo

Positif Covid-19, Ini Awal Mula Komedian Nunung Terinfeksi Virus Corona, Indra Penciuman Berkurang

Kirab Budaya Ter-ater Tajin Sappar, Bupati Sampang Usulkan Pengenalan Budaya Dilakukan Setiap Tahun

"Mereka ini bukan komplotan. Kami tangkap acak, mereka kedapatan berjudi togel online, kemudian sutil, dan judi bola online," tambahnya.

Latif menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap penyakit masyarakat seperti perjudian karena bisa berpotensi menjadi pendorong terjadinya tindak kriminal lainnya.

"Kalau main judi banyak, kalah, terus otomatis bagaimana cari duit. Bisa saja nanti merambah ke arah kriminal yang lebih parah,"tandasnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved