Ogah Diceraikan Suami Berujung Petaka, Istri Nekat Minum Air Keras Hingga Menceburkan Diri ke Sungai

Usut punya usut ternyata RT nekat ingin bunuh diri karena ada masalah keluarga. Suami RT disebut-sebut selalu ingin menceraikan RT

Editor: Aqwamit Torik
Freepik.com
Ilustrasi frustasi dan depresi 

TRIBUNMADURA.COM - Cekcok hingga akhirnya suami menjatuhkan cerai membuat sang istri nekat melakukan percobaan bunuh diri.

Sang istri nekat mencoba bunuh diri karena enggan diceraikan oleh suami.

Istri bunuh diri dengan meminum air keras hingga menceburkan diri ke sungai.

Beruntung nyawa sang istri terselamatkan.

Seorang wanita berinisial RT (25) menolak diceraikan oleh suaminya hingga nekat melakukan percobaan bunuh diri.

Download Lagu MP3 Kumpulan Musik Dangdut Koplo Terbaru 2020 dari Nella Kharisma hingga Happy Asmara

Profil-Biodata Sule, Pelawak yang Pacaran dengan Nathalie Holscher, Pernah Jualan Ayam Goreng

Teks Berantakan Usai Copy Paste? Simak Cara Merapikan Teks Hasil Paste di Microsoft Word

Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Warga Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit ini ingin mengakhiri hidupnya dengan cara meminum air keras.

Informasi yang dihimpun Tribunsumsel.com (TribunMadura.com network ), RT berusaha bunuh diri siang tadi, Senin (28/9/2020) sekitar pukul 12.30 WIB.

Usut punya usut ternyata RT nekat ingin bunuh diri karena ada masalah keluarga.

Suami RT disebut-sebut selalu ingin menceraikan RT, namun RT tidak ingin diceraikan oleh suaminya.

Alhasil RT memilih untuk bunuh diri dengan meminum air keras dan menceburkan diri ke sungai Rupit.

Warga yang melihat aksi RT langsung mencoba menolong dan melaporkan ke aparat kepolisian setempat.

Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal Polres Muratara langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

"Begitu dapat informasi, anggota kami langsung meluncur ke TKP," kata Kepala Satreskrim, AKP Dedi Rahmad.

Anggota kemudian membawa wanita yang mencoba bunuh diri itu ke RSUD Rupit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif dan kondisinya dalam keadaan sadar.

"Beliau sudah kami serahkan kepada keluarganya, beliau sadar, kini masih diopname di RSUD," ujar Dedi. (TribunSumsel.com/Rahmat Aizullah)

Kasus bunuh diri di Malang

ETA (34) nekat melakukan percobaan bunuh diri, Senin (21/9/2020) sore.

Aksi itu dilakukan ETA di sebuah rumah di Jalan Delima, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Kejadian bermula saat warga Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, itu datang ke lokasi kejadian.

 Jalur Pendakian Gunung Semeru Dibuka Mulai Oktober 2020, Cek Syarat Masuk dan Harga Tiket Terbarunya

 Desa - Kecamatan di Gresik yang Pertahankan Zona Hijau Bakal Dapat Hadiah Sapi dari Bupati Sambari

 Bayi 10 Bulan di Kota Kediri Positif Virus Corona, Punya Riwayat Kedatangan Tamu dari Jember

Korban datang untuk menemui istrinya yang berinisial SE (38), warga Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Istri korban bekerja sebagai babysitter di rumah lokasi kejadian tersebut.

Saat bertemu, ETA menanyakan BPKB sepeda motor sambil mengancam akan melakukan bunuh diri.

Tak lama kemudian, ETA kembali pulang ke rumah.

Sekitar pukul 16.15 WIB, ia datang kembali ke lokasi kejadian dan meminta agar istrinya bertemu.

Saat istrinya datang menemui korban, tiba-tiba korban menunjukkan sebuah silet (cutter).

Ia mengancam akan melakukan bunuh diri saat itu juga.

 Nasib Tragis DPO Nyemplung ke Sungai Hindari Kejaran Polisi, Sempat Datangi Istri yang Terakhir Kali

 Dua Pria di Kabupaten Malang Tewas Tenggelam setelah Perahu yang Ditumpanginya Oleng dan Terbalik

Istrinya meminta agar korban menghentikan perbuatannya tersebut.

Sang istri masuk ke dalam rumah, tempatnya bekerja.

Pada saat sang istri masuk ke dalam rumah, korban langsung menyayat tangan kirinya.

Istri korban langsung kaget, mengetahui tangan kiri suaminya telah berlumuran darah.

Istri korban langsung menghubungi Polsek Klojen dan tim medis

Tak berselang lama, tim medis segera membawa korban ke RS Hermina yang berada di Jalan Tangkuban Perahu.

Kapolsek Klojen, Kompol Fatkhur Rokhman membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Korban telah dibawa ke rumah sakit. Saat ini korban masih dalam perawatan medis," ujarnya kepada TribunMadura.com.

Diketahui saat dibawa ke rumah sakit, korban dalam keadaan masih sadar dan tidak pingsan.

"Saat ini pihak keluarga juga sudah kami panggil untuk segera datang ke rumah sakit," kata dia.

"Dan kondisi terkini, korban diketahui telah berangsur membaik," pungkasnya.

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Berikut daftar layanan konseling yang bisa Anda kontak maupun untuk mendapatkan informasi seputar pencegahan bunuh diri:

Gerakan "Into The Light" 

Facebook: IntoTheLightID 

Twitter: @IntoTheLightID 

Email: intothelight.email@gmail.com 

Web: intothelightid.wordpress.com

Save yourself 

Facebook: Save Yourselves 

Instagram: @saveyourselves.id 

Line: @vol7047h 

Web: saveyourselves.org

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Tak Ingin Diceraikan Suami, Ibu Muda di Muratara Minum Air Keras Lalu Nyebur ke Sungai

Sumber: Tribun Sumsel
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved