Breaking News:

Madura United

Polri Tak Beri Izin Lanjutan Kompetisi Liga 1 Digelar, Presiden Klub Madura United: Hentikan Saja

Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi ikut memberi sikap atas tidak diberikannya izin lanjutan kompetisi Liga 1 dan 2.

INSTAGRAM/MADURA UNITED FC
Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi saat bersama Presiden Klub Bali United, Pieter Tanuri. 

TRIBUNMADURA.COM - Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi ikut memberi sikap atas tidak diberikannya izin lanjutan kompetisi Liga 1 dan 2.

Penegasan tidak adanya Izin lanjutan kompetisi disampaikan oleh Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono, Senin (28/9/2020) kemarin malam.

Argo menjelaskan, ada banyak faktor pertimbangan kompetisi Liga 1 dan 2 tak diizinkan.  Masih tingginya kasus Covid-19 di Indonesia menjadi alasan utama.

Arema FC Bicara soal Rencana Datangkan Dua Pemain Baru di Tengah Status Liga 1 yang Belum Pasti

Download Lagu MP3 Keterlaluan The Potters DJ Remix Full Bass, Viral di TikTok, Ada Video dan Lirik

Download Lagu Tiktok Terlalu Banyak Bacot di Depan Dunia Maya, Kudalumping Boorcay ft Dandy Barakati

Bahkan, Polri sudah mengeluarkan maklumat dan penegasan tidak akan mengeluarkan izin keramaian di semua tingkatan.

Tidak mendapat izin hanya H-4 menjelang kick off Liga 1 2020 yang direncanakan 1 Oktober mendatang, Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi menyebut lebih baik liga benar-benar dihentikan.

"Ini keputusan pemerintah, berat memang, tapi mungkin ini langkah terbaik buat kita," kata pria akrab disapa AQ itu di akun instagramnya, Selasa (29/9/2020).

Achsanul Qosasi menilai, jika hanya ditunda seperti keputusan sebelumnya sejak memberhentikan sementara kompetisi akhir bulan Maret lalu, akan membebani klub.

Download Lagu MP3 Kopi Dangdut Ciptaan Fahmi Shahab, Viral Cover Tik Tok 2020, Ada Video dan Lirik

20 Peserta SKB CPNS 2019 di Gresik Akan Ikut Ujian Susulan Oktober 2020 karena Terpapar Covid-19

Tiga Santrinya Positif Covid-19, Pondok Pesantren di Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar Di-lockdown

Pasalnya, selama dihentikan sementara, klub tetap harus menggaji pemainnya dan semua yang manjadi bagian tim, meski hanya 25 persen dari kontrak awal.

"Jika ditunda akan semakin memberatkan klub, dan pemain ditengah ketidak pastian yang sudah pasti," kata pria asal Sumenep, Madura itu.

Ia berharap PSSI maupun PT LIB, selaku operator kompetisi bisa memahami situasi ini.

"Saat kami menolak, diminta untuk menerima. Saat kami bersiap, diminta untuk berhenti. Sudahkan. Hentikan saja niat untuk memulai. Hentikan saja, itu lebih baik," pungkasnya.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved