Breaking News:

Arema FC

Arema FC Akui Ada Dampak Mundurnya Kompetisi Liga 1 2020, Singgung Rekontrak hingga Sponsor Klub

Sejatinya, Liga 1 2020 yang sempat ditunda karena pandemi Covid-19 itu kembali bergulir pada 1 Oktober 2020.

Penulis: Dya Ayu Wulansari | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Instagram/aremafcofficial
General Manager Arema FC, Ruddy Widodo 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Arema FC legowo atas keputusan penundaan lanjutan kompetisi Liga 1 2020.

Sejatinya, Liga 1 2020 yang sempat ditunda karena pandemi Covid-19 itu kembali bergulir pada 1 Oktober 2020.

Namun, PSSI dan PT LIB mengumumkan untuk menunda lanjutan Liga 1 2020 hingga November mendatang.

Charis Yulianto Pastikan Penundaan Lanjutan Liga 1 2020 Tak Pengaruhi Program Latihan Arema FC

 Kuncoro Sebut Penundaan Liga 1 Tak Cuma Ganggu Mental Pemain Arema FC, Bisa Tambah Penyakit Baru

 Kerugian Terbesar Arema FC atas Penundaan Lanjutan Liga 1 2020: Telanjur Sepakat dengan Pemain Baru

 Manajemen Madura United Perketat Aktivitas Tim selama Pandemi, Tak Ingin Bernasib seperti Persebaya

"Harapanya klub Arema FC, tidak apa-apa ditunda, tapi jangan lama-lama," kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, Rabu (30/9/2020).

"Karena kami sudah melaksanakan rekontrak. Itu ada ikatan hukum antara klub dan pemain, kan tanggung jawab klub juga banyak," sambung dia.

Pria asal Madiun itu menuturkan dampak dari mundurnya kompetisi Liga 1 2020.

Menurutnya, selain untuk mempersiapkan Indonesia menyambut Piala Dunia U-20 2021, hal terpenting ialah menyangkut nasib banyak pihak.

"Kalaupun ditunda, apakah impactnya kecil? Tentu sangat besar," ungkap dia.

"Tanggung jawab klub pada sponsor, pada pemain. Pemain juga ada anak istri, anak harus sekolah dan kebutuhan lainnya, panjang ceritanya," jelasnya.

"Mohon dipertimbangkanlah, karena impactnya sangat besar," lanjut Ruddy.

"Kalau hanya sekedar takut klaster baru di stadion karena suporter nekat, kan sudah jelas begitu suporter datang pertandingan dibubarkan, tim tuan rumah kalah. Tidak masalah," tambah dia.

"Lagipula tidak ada degradasi saja kok. Lalu apa yang perlu ditakutkan. Ibaratnya sekarang argonya muter terus," jelasnya.(myu)

Tak Ganggu Program Tim

Arema FC memastikan tak mengurangi intensitas latihan rutin tim.

Itu dilakukan Arema FC meskipun lanjutan kompetisi Liga 1 2020 diundur sampai November mendatang.

Tim asuhan Carlos Oliveira itu akan menggelar latihan rutin demi memaksimalkan performa saat Liga 1 2020.

 

"Tim terus mempersiapkan diri dan program latihan tetap terus berjalan seperti biasanya," kata Asisten Pelatih Arema FC, Charis Yulianto pada Surya ( grup TribunMadura.com ), Rabu (30/9/2020).

Menurut Charis, mundurnya jadwal Liga 1 2020 menjadi kesempatan semua klub untuk lebih mematangkan tim, sebelum nantinya berlaga di lanjutan kompetisi pada November. 

"Persiapan penting kami lakukan untuk mengasah strategi dan juga taktik," kata dia.

"Apalagi bek dari Brasil juga baru bergabung sehingga tentu perlu adaptasi," jelasnya.

Kerugian Terbesar Klub

Manajemen Arema FC merespon keputusan penundaan lanjutan kompetisi Liga 1 2020 hingga November mendatang.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji menungkapkan, manajemen prihatin atas keputusan penundaan lanjutan kompetisi Liga 1 2020 karena tak keluarnya izin dari kepolisian.

"Penundaan Liga 1 2020 karena tanpa izin kepolisian yang disampaikan federasi bagi Arema FC tentu ini membuat kami prihatin,"  kata Sudarmaji, Selasa (29/9/2020).

 Lanjutan Liga 1 2020 Diundur November, Madura United Tuntut PSSI dan PT LIB Tentukan Jadwal Pasti

 4 Pemain Persebaya Positif Covid-19, Pemkot Surabaya Beri Respons, Janji Upayakan Tindaklanjut

 Dua Alasan Penting Arema FC Lepas 2 Pemain Asing Matias Malvino - Elias Alderete, Tak Cuma soal Gaji

"Upaya mengkampanyekan protokol kesehatan sekaligus hidup sehat, termasuk menggerakkan potensi ekonomi lewat sepak bola kembali terhambat," sambung dia.

"Banyak pihak yang bergantung dari bergulirnya sepak bola. Tidak hanya bagi pengelola, tapi juga keluarga pemain, pelatih official maupun para karyawan yang bekerja di klub," lanjutnya.

Manajemen Arema FC menilai, dengan berbekal izin dan arahan dari Satgas Covid-19 yang dibentuk pemerintah, seharusnya kompetisi tetap dapat berjalan.

Kompetisi tetap berjalan dengan syarat wajib menjalankan protokol kesehatan sekaligus laga tanpa penonton agar suporter tak datang ke stadion untuk menyaksikan langsung.

"Semua menyadari Covid 19 mengancam kehidupan, namun tentunya kompromi dengan kepatuhan dan kedisiplinan tentu menjadi jalan tengah yang semestinya bisa dijalankan," kata dia.

 Profil Biodata Caio Ruan, Pemain Asing Baru Arema FC di Liga 1 2020, Gantikan Posisi Matias Malvino

 Arema FC Resmi Lepas Dua Pemain Asingnya, Matias Malvino dan Elias Alderete Tak Sepakat soal Gaji

"Karenanya klub menyambut baik arahan Satgas Nasional Penanganan Covid memberikan ijin gelaran Liga 1 dengan kepatuhan dan disiplin protokol kesehatan," ujarnya.

Lebih lanjut, Sudarmaji mengatakan, ada banyak kerugian yang dialami Arema FC, terlebih tim ini baru saja mendatangkan pelatih dan bek asal Brasil untuk lanjutan kompetisi.

Belum lagi, lanjutnya, manajemen juga sudah sepakat dengan kiper dan playmaker asal negeri Samba, yang rencananya akan terbang ke Malang, Kamis (1/10/2020) mendatang.

"Arema FC mencoba mengambil hikmah dari penundaan ini, di mana kami baru kedatangan para pemain asing dan pelatih baru," kata dia.

"Diharapkan cukup waktu untuk beradaptasi dan menyiapkannya. Kerugian yang paling besar bagi Arema FC adalah bagaimana publik sepak bola sudah bermimpi sepak bola menjadi hiburan di tengah melawan Covid dengan siap menjaga kepatuhannya, ternyata batal digelar,"

"Publik harus kembali diyakinkan agar sepak bola kita mampu berproses untuk bisa berprestasi kembali lewat berkompetisi,"

"Selanjutnya kami akan berdidkusi dengan tim pelatih dan pemain terkait program selanjutnya, termasuk menunggu arahan PSSI dan LIB," jelas Sudarmaji.(myu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved