Breaking News:

Berita Bondowoso

Angka Kasus Perceraian di Bondowoso Melonjak saat Pandemi, Pengadilan Sampai Kewalahan Gelar Sidang

Pengadilan Agama Bondowoso sempat kewalahan menggelar sidang kasus perceraian selama masa pandemi.

marriage.com
ilustrasi 

"Kasus perceraian terbanyak terjadi pada juni dengan total 431 perkara. Perkara cerai gugat mendominasi," sebutnya.

Pada Juni 2020, lanjut Nur, pihaknya sempat kewalahan menyidangkan kasus perceraian.

Ada masa saat Pengadilan Agama Bondowoso dalam sehari menyidangkan 100 perkara perceraian.

"Waktu itu pernah sampai akumulasi 100 perkara dalam sehari. Kami sampai kewalahan," ungkap dia.

"Tetapi setelah itu kembali normal, hanya 30-40 perkara yang disidangkan tiap harinya," lanjutnya.

Dalam persidingan, hakim tak serta-merta memutus kasus perceraian.

Kata dia, hakim mengedepankan proses mediasi dalam perkara perceraian agar mereka bisa rujuk kembali.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Bondowoso, Mochammad Nur Prehantoro tengah merangkum data kasus perceraian, Kamis (1/10/2020).
Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Bondowoso, Mochammad Nur Prehantoro tengah merangkum data kasus perceraian, Kamis (1/10/2020). (TRIBUNMADURA.COM/DANENDRA KUSUMA)

Jalur Pendakian Kembali Dibuka, Gunung Semeru Ditargetkan Jadi Wisata Percontohan Nasional

Alat Kontrasepsi Jadi Komoditi Kesehatan yang Tetap Dicari saat Pandemi, Tak cuma Masker dan Vitamin

"Namun, kebanyakan dari mereka tekadnya sudah bulat untuk bercerai," tutur dia.

"Persentase perceraian 90 persen ke atas. Hanya sedikit yang kembali berdamai atau rujuk," paparnya.

Ia menambahkan, di sisi lain, bertambahnya kasus perceraian juga bisa disebabkan karena maraknya pernikahan dini.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved