Breaking News:

Berita Bangkalan

UTM Bersama Badan Anggaran DPR RI dan OJK Jatim Gelar Webinar Sosialisasi Literasi Keuangan

Universitas Trunojoyo Madura Bersama Badan Anggaran DPR RI dan OJK Jatim menggelar Web Seminar terkait Sosialsasi Literasi Keuangan.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Rektor Universitas Trunojoyo Madura Dr Drs Ec H Muh Syarif Msi membuka Webinar Sosialsasi Literasi Keuangan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim, Jumat (9/10/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim menggelar Web Seminar (Webinar) terkait Sosialsasi Literasi Keuangan, Jumat (9/10/2020).

Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah didapuk sebagai Keynote Speaker, Narasumber I yakni Kepala Regional IV OJK Jatim Bambang Mukti Riyadi, dan Narasumber II adalah Kandidat Doktor Sosiologi Pedesaan UTM Iskandar Dzulkarnain.

Dalam Webinar sekaligus Kuliah Umum itu, MH Said Abdullah mengusung tema Kebijakan Pemerintah terhadap UMKM di tengah pesatnya pertumbuhan Industry Financial Technology.

Luhut Pandjaitan Blak-blakan Soal Dalang Demo Tolak UU Ciptaker: Kalau Mau Jadi Presiden Nanti 2024

Jokowi Sampaikan Keterangan Lengkap Soal UU Cipta Kerja, Mulai dari Lapangan Kerja hingga Bank Tanah

Download Lagu MP3 Terlalu Cinta Rossa Lengkap dengan Lirik, Tuhan Maafkan Diri Ini, Viral TikTok

Ayah Tulungagung Cabuli Anak Tiri Gegara Tak Tahan Istri Sakit Asma, Korban DiberI Uang untuk Vape

Bambang Mukti Riyadi mengupas tentang menakar peran dan OJK terhadap perusahaan yang berbasis Financial Technology.

Adapun Iskandar Dzulkarnain memaparkan tentang 'Oto' - Oto' antara Nilai, Tradisi, dan Investasi.

Mengawali pembahasan, Keynote Speaker MH Said Abdullah mengungkapkan, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mendefinisikan bahwa Literasi Keuangan adalah pengetahuan tentang konsep keuangan, keterampilan, motivasi serta keyakinan.

"Masyarakat mampu membuat keputusan keuangan yang efektif untuk meningkatkan financial individu," ungkap politisi dari Dapil Madura itu.

Ia menjelaskan, pemahaman terhadap praktek keuangan bisa dijadikan masyarakat sebagai pijakan dalam memilih jenis investasi.

Bagaimana dengan Inklusi Keuangan?. Pria asal Kabupaten Sumenep itu memaparkan Inklusi Keuangan adalah penyediaan akses keuangan keberbagai layanan dengan aman, nyaman, dan terjangkau bagi kelompok yang kurang beruntung.

"Termasuk bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, masyarakat pendesaan, dan masyarakat yang kurang terlayani atau dikucilkan dari sektor layanan formal," paparnya.

Layanan keuangan, lanjutnya, bisa dalam bentuk-bentuk perbankan ataupun asuransi yang masuk industri keuangan secara formal.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved