Breaking News:

Berita Pamekasan

Awal Mula Peringatan Hari Tanpa Bra Sedunia, Kampanye Tingkatkan Kesadaran soal Kesehatan Payudara

Hari Tanpa Bra Sedunia merupakan kampanye agar perempuan tak mengenakan bra dalam sehari demi kesehatan payudara.

CBHS
Ilustrasi - Awal Mula Peringatan Hari Tanpa Bra Sedunia, Kampanye Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Payudara 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - 13 Oktober diperingati sebagai Hari Tanpa Bra Sedunia atau No Bra Day.

Hari Tanpa Bra Sedunia merupakan kampanye agar perempuan tak mengenakan bra dalam sehari demi kesehatan payudara.

Peringatan Hari Tanpa Bra Sedunia dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran kanker payudara skrining.

Baca juga: Massa Demo Tolak UU Cipta Kerja Disambut Lantunan Asmaul Husna saat Tiba di DPRD Bangkalan

Baca juga: BREAKING NEWS - Ratusan Mahasiswa Gelar Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gerbang Tol Jembatan Suramadu

Baca juga: Viral di Twitter, Aksi Begal Payudara Berkeliaran di Jalan, Polisi Suraraya Janji Tingkatkan Patroli

Hal itu sekaligus mengingatkan wanita terhadap gejala kanker payudara dan mendorong wanita untuk melakukan pemeriksaan diri secara teratur.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD SMART Pamekasan, dr Syaiful Hidayat menjelaskan, awal mula munculnya gerakan sehari tanpa bra ini ramai di media sosial warganet luar negeri.

Lalu, kata dia, warganet Indonesia ikut-ikutan untuk meramaikan gerakan tersebut.

Para warganet dunia kata dia mulanya mengkampanyekan tagar di media sosial #NoBraDay.

Karena semakin hari tagar gerakan itu mulai ramai, akhirnya membentuk stigma di masyarakat seluruh dunia yang pada akhirnya setiap 13 Oktober diperingati sebagai hari tanpa bra sedunia.

Baca juga: Ternyata Testis Bisa Mengendur Seiring Waktu, Simak Pencegahan Dini Agar Buah Zakar Selalu Kencang

Baca juga: Penyebab Vagina Bau Tak Sedap, Perhatikan Pemilihan Celana Dalam hingga Penyakit Menular Seksual

Menurut Syaiful Hidayat, maksud gerakan sehari tanpa bra ini supaya kaum perempuan lebih peduli terhadap kesehatan payudaranya sehingga tidak terkena penyakit apa pun seperti kanker.

Selain itu, hari tanpa bra ini juga sebagai gerakan untuk mengingatkan kaum perempuan agar selalu rutin memeriksakan kesehatan payudaranya sejak dini sebelum terkena penyakit.

"Jadi hari tanpa bra sedunia ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan peringatan sebagai hari kanker payudara," kata Syaiful Hidayat kepada TribunMadura.com, Selasa (13/10/2020).

Menurut Dokter yang akrab disapa Yayak ini, secara ilmiah pemakaian bra terlalu ketat tidak berpengaruh untuk menyebabkan kaum perempuan terkena kanker payudara.

Hanya saja, pemakaian bra yang terlalu ketat kata dia, akan mengganggu peredaran getah bening, dan mengganggu kekencangan otot-otot payudara yang efeknya akan cepat kendor.

"Jadi tidak ada hubungannya memakai bra ketat akan menyebabkan terkena penyakit kanker payudara, karena perempuan yang terkena penyakit kanker payudara itu biasannya turunan hormonal dan genetik," tutupnya.

Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 RSUD dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr Syaiful Hidayat saat ditemui TribunMadura.com di rumahnya, Senin (7/9/2020).
Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 RSUD dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr Syaiful Hidayat saat ditemui TribunMadura.com di rumahnya, Senin (7/9/2020). (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

Baca juga: Warga Legung Barat Sumenep Ditangkap Polisi saat Berada di Atas Kapal, Diduga Edarkan Narkoba

Baca juga: Antrean Panjang di Pintu Masuk Jembatan Suramadu, Ada Blokade Jalan saat Demo Tolak UU Cipta Kerja

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved