Breaking News:

Berita Pamekasan

Polres Pamekasan hingga Tokoh Masyarakat Deklarasikan Anti Anarkisme, Ingin Situasi Aman & Kondusif

Sejumlah ulama, tokoh masyarakat, organisasi mahasiswa, siswa dan personel Polres Pamekasan melakukan Deklarasi Anti Anarkisme, Jumat (16/10/2020).

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Sejumlah ulama, tokoh masyarakat, organisasi mahasiswa, siswa dan personel Polres Pamekasan melakukan Deklarasi Anti Anarkisme di Joglo Mapolres setempat, Jumat (16/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sejumlah ulama, tokoh masyarakat, organisasi mahasiswa, siswa dan personel Polres Pamekasan melakukan Deklarasi Anti Anarkisme di Joglo Mapolres setempat, Jumat (16/10/2020).

Dalam acara Deklarasi Anti Anarkisme ini dihadiri oleh Ketua FKUB, Ketua Muhammadiyah, perwakilan pengurus MUI, perwakilan pengurus NU, FPI, LPI, Ketua Pemuda Muhammadiyah, PMII, HMI, GMNI, perwakilan siswa STM dan sejumlah guru.

Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar mengatakan, Deklarasi Anti Anarkisme ini merupakan inisiasi dari Pemerintah Jawa Timur yang menginginkan kedamaian di masyarakat.

Baca juga: Alasan Sesungguhnya Bibi Ardiansyah Nikahi Vanessa Angel, Rasa Enak Bikin Ayah Gala Nyaman: Parah

Baca juga: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Malang Capai 85 Persen, Sutiaji: Operasi Yustisi Terus Berjalan

Baca juga: Sosok Mantan Istri Adit Jayusman Pacar Ayu Ting Ting, Sandang Status Janda dan Dokter Cantik Soleha

Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar saat memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Anti Anarkisme di Joglo Mapolres setempat, Jumat (16/10/20202).
Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar saat memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Anti Anarkisme di Joglo Mapolres setempat, Jumat (16/10/20202). (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

Deklarasi Anti Anarkisme ini digelar serentak se-Jawa Timur hari ini.

Ia menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada ulama, tokoh masyarakat, ormas, organisasi mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat yang ikut andil menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Pamekasan hingga saat ini yang tetap dalam keadaan kondusif.

Menurut AKBP Apip Ginanjar, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Pamekasan tidak bisa bekerja sendirian, dan butuh dukungan dari berbagai pihak.

"Mari kita saling bergandengan tangan untuk menjaga situasi Kamtibmas di Pamekasan agar lebih kondusif, aman, nyaman dan damai," ajaknya.

AKBP Apip Ginanjar juga mengaku bersyukur sebab bisa melaksanakan Deklarasi Anti Anarkisme ini dengan semua elemen masyarakat dalam keadaaan damai dan tenang.

Baca juga: Pembangunan Tempat PKL Baru di Eks Rumah Sakit Lama Pamekasan Ditarget Selesai 25 Desember 2020

Baca juga: Razia Lantas Tertib Tangguh Semeru 2020, Polres Pamekasan Ajak Warga Disiplin Protokol Kesehatan

Baca juga: Dalam Sebulan, Tercatat 600 Warga Pamekasan Ketahuan Tak Pakai Masker di Taman Monumen Arek Lancor

Setelah AKBP Apip Ginanjar selesai menyampaikan sambutannya, dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi Anti Anarkisme secara bersama-sama yang dipandu oleh Ketua Muhammadiyah, Daeng Ali Taufik.

Berikut salah satu isi ikrar dalam Deklarasi Anti Anarkismetersebut:

"Kami masyarakat Kabupaten Pamekasan, menolak segala aksi anarkisme dan juga premanisme yang dapat meresahkan masyarakat demi menciptakan Kabupaten Pamekasan yang aman, tentram dan damai."

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved