Berita Gresik

Tanaman Warga Desa Putat Lor Gresik Banyak Mati, Gudang Tempat Pembuangan Limbah Disegel Polisi

Sebuah gudang di Desa Putat Lor Kabupaten Gresik diberi garis polisi karena menjadi tempat pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun atau B3.

TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM
Area pergudangan dipasangi garis polisi di Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Gresik, Kamis (15/10/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Sebuah gudang di Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, diberi garis polisi.

Gudang yang memiliki pagar berwarna biru itu ternyata menjadi tempat pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun atau B3.

Pantauan di lapangan, tidak ada aktivitas apapun di gudang yang berada persis di jalan Raya Menganti itu.

Baca juga: Kabupaten Malang Rawan Bencana Alam, Pemkab Andalkan Skill Naluriah Masyarakat Hadapi Bencana

Baca juga: Pemkab Bondowoso Belum Menyusun Perda soal Layangan yang Sebabkan Gangguan Listrik Padam

Baca juga: Tak Puas di Ranjang Karena Kemaluan Suami Kecil, Istri Dilaporkan ke Polisi, Diduga Umbar Gosip

Gudang yang cukup luas itu ternyata menjadi pembuangan limbah. Total ada 10 tumpukan limbah berada di dalam gudang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, limbah tersebut mencemari area perkebunan warga.

Tanah mereka berwarna hijau dan merah akibat air dari tumpukan limbah yang mengalir keluar gudang.

Akibatnya, tanaman warga setempat akhirnya banyak yang mati.

Air tersebut berasap saat mengalir dari dalam gudang kemudian masuk ke dalam tanah warga.

Di dalam gudang, terlihat pohon pisang dan mangga mati. Daun dan batang pohonnya mengering.

Camat Menganti, Sujarto mengaku, telah mendatangi lokasi pembuangan limbah itu, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Tergiur Omzet Rp 400 Ribu, 3 Warga Gresik Nekat Jadi Penombok Judi Togel, Terancam 10 Tahun Penjara

Baca juga: Bayi Kijang Jawa Curi Perhatian Pengunjung Pendopo Tulungagung, Baru Lahir Ditelantarkan Induknya

Tidak banyak informasi yang didapat pria berkacamata ini.

Pihaknya selaku Muspika Menganti segera berkoordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik.

"Kami akan undang semua yang terkait limbah, untuk diselesaikan dan kita koordinasikan dengan DLH," ucapnya, Kamis (15/10/2020).

Sementara itu, kepala Desa Putat Lor, Zainuri tidak ada di lokasi. Sekitar pukul 13.00 Wib, dia tidak ada di kantor.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved