Breaking News:

Berita Pamekasan

Kasus KDRT di Pamekasan Menurun, Dominan Faktor Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi dan Media Sosial

Jumlah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tahun 2020 di Kabupaten Pamekasan, Madura mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pamekasan, Abrori Rais, Senin (19/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Jumlah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tahun 2020 di Kabupaten Pamekasan, Madura mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan data laporan yang masuk di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pamekasan, tahun 2020 sedari Januari hingga September 2020, tercatat sebanyak 8 kasus KDRT.

Jumlah sebanyak itu lebih sedikit dari kasus KDRT pada tahun 2019 yang mencapai 15 kasus.

Baca juga: KRONOLOGI Penemuan Mayat Pria Tanpa Busana di Tengah Hutan Jati Gunung Butak Kemlagi Mojokerto

Baca juga: Owner Batik KA-DE Luncurkan Produk Terbaru Batik Le-Jeleh, Kak Dus Ungkap Nilai Filosofi Sakral

Baca juga: Aliansi Pemuda Peduli Rakyat Kembali Geruduk Gedung DPRD Pamekasan, Desak Tuntaskan Kasus BPNT

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pamekasan, Abrori Rais mengatakan, jumlah kasus KDRT tahun 2020 sebanyak itu merupakan data yang telah dilaporkan ke DP3AKB Pamekasan.

Ia memprediksi, kemungkinan kasus KDRT ini akan bertambah dan masih ada sebagian data yang belum terlaporkan di dinas pihaknya.

Menurut, Abrori, kasus KDRT sering disebabkan karena kedua belah pihak kurang memahami tanggung jawab masing-masing.

Paling dominan terjadinya KDRT di Pamekasan kata dia, didominasi faktor pemenuhan kebutuhan ekonomi dan media sosial.

Dua faktor itu, seringkali menjadi pemicu hubungan tidak sehat dalam keluarga.

"Sehingga menimbulkan miss komunikasi di antara suami istri, dan hal tersebut tidak diselesaikan dengan baik-baik, tidak ada konfirmasi, sehingga itu menjadi salah satu penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga," kata Abrori kepada TribunMadura.com.

Baca juga: 10 ASN Sampang Bertarung dalam Perebutan Tiga Kursi Jabatan Kepala OPD, Diprediksi Rampung Bulan Ini

Baca juga: Strategi Kapolres Pamekasan Menuju WBK dan WBBM, Ajak Anggotanya Komitmen dalam Memberikan Pelayanan

Baca juga: Balap Liar Resahkan Warga, Polres Pamekasan Gelar Razia, 6 Unit Sepeda Motor Berhasil Diamankan

Abrori mengungkapkan, strategi untuk meminimalisir kasus KDRT tersebut, DP3AKB Pamekasan seringkali melakukan sosialisasi kepada masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi mengenai Undang-Undang Penghapusan Kekerasan kepada rumah tangga.

"Kemudian kita juga melakukan upaya-upaya pendampingan dalam kasus-kasus kekerasan rumah tangga, dengan tujuan agar memberikan efek jera kepada pelaku," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved