Breaking News:

Demo Buruh di Surabaya

Demo Omnibus Law di Surabaya Diikuti Ribuan Orang, Personel Keamanan Sambut dengan Ajakan Aksi Damai

Rombongan aksi massa yang menolak omnibus law dari Gerakan Tolak Omnibus Law Jatim tiba di depan Gedung Negara Grahadi, Selasa (20/10/2020).

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Rombongan aksi massa yang menolak omnibus law dari Gerakan Tolak Omnibus Law Jatim tiba di depan Gedung Negara Grahadi Selasa (20/10/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Rombongan aksi massa yang menolak omnibus law dari Gerakan Tolak Omnibus Law Jatim tiba di depan Gedung Negara Grahadi, Selasa (20/10/2020) tepat pukul 16.00 WIB. 

Pasukan massa aksi ini disambut oleh ribuan petugas pengamanan dari TNI dan kepolisian.

Kedatangan rombongan massa aksi tersebut turut disambut dengan ajakan aksi damai dan tertib oleh petugas. 

Misalnya pihak kepolisian membentangkan spanduk bertuliskan ‘Sampaikan aspirasimu di muka umum dengan santun, damai, dan tertib.

Maka kami akan melakukan pengawalan. Namun apabila melanggar aturan akan kami tindak tegas dengan terukur.”

Baca juga: Musim Tanam Jagung di Sampang Belum Merata, Simak Tips Menanam Jagung Agar Panen Tetap Sukses!

Baca juga: Sindir Telak Cewek Viral Orang Kaya Nongkrong di Mal, Crazy Rich Surabaya Makan Pentol di Garasi

Baca juga: Bocah 14 Tahun Tenggelam di Sungai Kalimas, Saksi Bilang Korban Berusaha Naik dan Terbawa Arus

Rombongan aksi massa yang menolak omnibus law dari Getol Jatim tiba di depan Gedung Negara Grahadi Selasa (20/10/2020).
Rombongan aksi massa yang menolak omnibus law dari Getol Jatim tiba di depan Gedung Negara Grahadi Selasa (20/10/2020). (TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH)

Sementara itu rombongan massa aksi yang tiba di depan Gedung Negara Grahadi mulai menyerukan suara-suaranya. Seperti teriakan ‘revolusi’ dan juga ‘tolak omnibus law’ terbitkan Perppu dan lain-lain. 

Massa aksi sendiri terdiri dari serikat buruh, mahasiswa hingga organisasi tani. Sejauh ini, aksi dilakukan oleh seluruh elemen dengan tertib dan menyampaikan aspirasi dengan tertib.

“Kita tidak menginginkan anarkisme. Kami menyampaikan aspirasi dengan tertib dan sesuai aturan. Semua yang ikut aksi adalah massa yang terdidik dan terpimpin,” kata Jubir Getol Jatim dan Koordinator Wilayah Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) Jatim, Muhammad Izzudin.

Lebih lanjut para massa aksi juga secara bergantian berorasi. Mereka berorasi dengan menuntut pemerintah agar segera mencabut omnibus law.

Mereka ingin agar pemerintah segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atas UU Cipta Kerja.

Mereka menganggap bahwa Omnibus Law UU Cipta Kerja adalah produk hukum yang menyiksa rakyat. 

Baca juga: Identitas Mayat Pria yang Ditemukan di Hutan Kemlagi Mojokerto Terkuak, Keluarga Korban Datang ke RS

Baca juga: FRPB dan RAPI Pamekasan Kirim Bantuan Air Bersih Sebanyak 8.000 Liter ke Warga Terdampak Kekeringan

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Tunggu Status Malang Jadi Zona Kuning, Sutiaji: Rutin Menyemprot Disinfektan

Mereka menyampaikan bahwa undang undang tersebut tidak pro rakyat dan anti demokrasi. Ia menyebut beberapa pasal yang tidak mereka setujui. Seperti masalah pengupahan, kemudian juga menyingggung tentang komersialisasi pendidikan. 

Ribuan petugas dan juga kendaraan pengamanan kepolisian tampak standy di Gedung Grahadi sebagai antisipasi aksi anarkisme.

Sebab sebagaimana diketahui bahwa di aksi sebelumnya terjadi kericuhan di Gedung Negara Grahadi.

Di mana massa aksi anarkis merusak sejumlah fasilitas Grahadi, seperti dua pagar masuk dan keluar, hingga fasilitas penerangan. 

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved