Breaking News:

Kapan Bantuan Subsidi Upah Rp 600 Ribu Pekerja Cair? Menaker Ida Fauziyah Beri Kabar Baik soal BLT

Menteri Ketenagekarjaan Ida Fauziyah mengungkap kapan waktu pencairan dana bantuan subsidi upah bagi pekerja gelombang kedua.

freepik.com/johan111
Ilustrasi - Kapan Bantuan Subsidi Upah Rp 600 Ribu Pekerja Cair? Menaker Ida Fauziyah Beri Kabar Baik soal BLT 

TRIBUNMADURA.COM - Bantuan subsidi upah bagi pekerja yang memiliki penghasilan di bawah Rp 5 juta gelombang kedua akan dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan sebelum November 2020.

Menteri Ketenagekarjaan RI, Ida Fauziyah mengatakan, total penerima bantuan subsidi upah bagi pekerja yang memenuhi syarat peraturan menteri sebanyak 12,4 juta orang.

"Alhamdulillah sudah ditransfer 12,1 juta rekening yang sudah disalurkan artinya sudah 98 persen," kata Menaker Ida Fauziyah saat penyerahan bantuan secara simbolis di Pekalongan, Minggu (18/10/2020).

Baca juga: Cara Dapat Bantuan UMKM Rp 2,4 Juta, Pendaftaran Dibuka hingga November 2020, Simak Syaratnya

Baca juga: Mobil Toyota Avanza Terbang saat Melintas di Air Mancur Alun-Alun Suroboyo, Begini Keadaan Sopir

Baca juga: Demo UU Cipta Kerja di Gedung DPRD dan Balai Kota Malang, Ribuan Personel TNI/Polri Siaga di Lokasi

"Insya Allah mudah-mudahan sebelum November kita bisa transfer subsidi untuk bulan November dan Desember," sambung dia.

Menurut Ida, masih ada sejumlah pekerja yang belum menerima subsidi upah yang diberikan Kementerian Ketenagakerjaan.

Hal itu terjadi karena ada sejumlah persyaratan yang belum terpenuhi.

Ia pun meminta perusahaan untuk memperbaiki sejumlah persyaratan yang kurang tersebut agar subsidi bisa diberikan kepada pekerja.

"Kalau 12,1 juta rekening berarti ada yang belum menerima, uangnya masih di kami yang menunggu persyaratan sudah terpenuhi," ungkap dia.

"Pada termin (gelombang) kedua bantuan rencana sebelum November sampai ke semua rekening," tambah dia.

Menurut Ida terdapat sejumlah masalah yang membuat pekerja tak bisa menerima subsidi upah, seperti nomor rekening pekerja yang tak sama, nomor induk kependudukan bermasalah, dan nomor rekening tak valid.

Baca juga: Layanan Rapid Test dan PCR di Maspion Square Diresmikan, Tarif Cek Covid-19 Cuma Rp 90 Ribu

Baca juga: 9 Kecamatan di Ponorogo Rawan Bencana Hidrometeorologi, Warga Diminta Waspada selama Terjadi La Nina

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved