Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Satgas Covid-19 Minta Tenaga Kesehatan dan Orang Berkomorbid Jadi Prioritas Penerima Vaksin Corona

Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Jatim menyambut positif akan dilakukan penyuntikan vaksin virus corona secara massal.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di kantor bagian penghubung Provinsi Jawa Timur di Jakarta, Rabu (14/10/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Jatim menyambut positif akan dilakukan penyuntikan vaksin virus corona secara massal.

Terlebih Jawa Timur dikabarkan menjadi satu dari tiga provinsi yang dijadikan prioritas pembangian vaksin Covid-19.

Atas rencana ini, tim data Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Jatim, dokter Makhyan Jibril Al Faraby mengatakan, Pemprov Jatim maupun satgas sampai saat ini belum mendapatkan informasi yang jelas terkait jatah vaksin.

Baca juga: Tanaman Tembakau di Trenggalek Rusak dan Menguning Akibat Cuaca, Petani Terancam Merugi

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Kota Malang Kemungkinan Dilakukan Desember 2020, Satgas Tunggu Petunjuk Pusat

“Tentu ini menjadi kabar baik, bahwa masyarakat Indonesia akan disuntik vaksin secara massal," kata Jibril, Selasa (20/10/2020).

"Namun tentu ada skala prioritas, informasinya Jatim jadi salah satu prioritas,” sambung dia.

Ia mengatakan saat vaksin tersebut tiba, tak semua warga masyarakat akan langsung disuntik secara masaal.

Apalagi pengadaan vaksinnya juga bertahap. Maka nanti akan juga ada penerapan skala prioritas bagi yang mendapatkan suntikan vaksin covid-19 lebih dulu.

Menurut Jibril yang akan mendapatkan prioritas pertama adalah tenaga kesehatan. Kemudian warga masyarakat di usia renta, ibu hamil, dan juga masyarakat usia tua dengan penyakit komorbid.

Mereka adalah masyarakat yang sesuai teori layak untuk mendapatkan prioritas mendapatkan vaksin.

“Intinya yang semakin berisiko akan semakin naik skala prioritas dapat vaksinnya. Pertama tenaga kesehatan dan juga yang punya komorbid,” imbuh Jibril.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved